Yasmina Foundation

Yayasan aspirasi muslimah indonesia (yasmina foundation) Merupakan lembaga non profit yang memiliki visi terwujudnya Perempuan dan keluarga berkualitas menuju kehidupan Sejahtera dan bermakna

Fokus Program

Edukasi Gizi, Kesehatan dan Pola Asuh di Kota Administrasi Jakarta Timur dan Kecamatan Citeureup kabupaten Bogor

Program ini secara umum bertujuan untuk berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui melalui edukasi Isi Piringku anak usia 4-6 tahun, pola asuh, PHBS dan pengelolaan sampah.

Edukasi Kesehatan, Gizi dan Pola Asuh Di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat dan Kota Administrasi Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta​

Meningkatkan dan memperkuat pemahaman guru, siswa dan orang tua serta kader posyandu atau PKK dengan kolaborasi lintas sektor – termasuk pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak.  Hal ini merupakan upaya inovatif-promotif-preventif pencegahan stunting menuju periode Generasi Emas 2045 dengan dampak program yang terukur

TOTAL PENERIMA MANFAAT PROGRAM

Per Desember 2023

0
Titik Air Bersih
0
Penerima Manfaat Program Gizi & Kesehatan
0
Penerima Manfaat Program Sanitasi Lingkungan
0
Penerima Manfaat Program Edukasi Keluarga
0
Penerima Manfaat Program Koperasi dan Microfinance
0
Penerima Manfaat Program Charity
0
Lembaga/Instansi yang didampingi

Berita Terkini

Galeri Video

mitra kami

Edukasi Gizi, Kesehatan dan Pola Asuh di Kota Administrasi Jakarta Timur dan Kecamatan Citeureup kabupaten Bogor

Tema : Berkontribusi dalam Pencegahan Stunting di Masa Pandemi Melalui Edukasi Gizi “Isi Piringku”

Berdasarkan data BPS 2019, jumlah anak di Indonesia mencapai 30,1 % dengan jumlah anak usia 0-6 tahun mencapai lebih dari 30 juta jiwa dan lebih dari 14 juta diantaranya bersekolah di TK/PAUD. Saat ini, anak usia dini di Indonesia menghadapi beberapa persoalan gizi kurang yang dapat menghambat tumbuh kembangnya dan dikemudian hari berpotensi meningkatkan resiko timbulnya penyakit degeneratif dan mengurangi kualitas kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari masih tingginya angka stunting di Indonesia (27,67%, SSGBI 2019) yang masih melebihi prevalensinya yaitu 20% (berdasar pada acuan WHO). Kondisi ini menunjukkan bahwa stunting atau anak pendek (tidak sesuai dengan standar pertumbuhannya) menjadi salah satu masalah yang harus segera diatasi. Munculnya masalah stunting pada anak disebabkan status gizi yang tidak terpenuhi dalam jangka yang panjang. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting di antaranya adalah pola asuh yang kurang baik.

Salah satu penyebab utama masalah gizi di Indonesia adalah

konsumsi pangan yang masih belum memenuhi standar gizi seimbang. Melalui Edukasi gizi kepada guru diharapkan menjadi langkah efektif dalam memotivasi orang tua dan siswa untuk menerapkan  pola konsumsi gizi seimbang “isi piringku”.

Tujuan : Program ini secara umum bertujuan untuk berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui melalui edukasi Isi Piringku anak usia 4-6 tahun, pola asuh, PHBS dan pengelolaan sampah.

Kegiatan yang dilaksanakan :

  1. Pelatihan Pembelajaran Edukasi Isi Piringku 
  2. Edukasi gizi dan pemilahan sampah untuk siswa PAUD
  3. Home  visit secara online 
  4. Pelatihan optimalisasi media sosial sebagai sarana edukasi dan dokumentasi 
  5. ToT Parenting
  6. Seminar parenting untuk orang tua anak usia 4-6 tahun
  7. Kelas parenting di sekolah
  8. Lomba foto pilah sampah di rumah
  9. Lomba foto pelaksanaan menu isi piringku di rumah
  10. Pendampingan pembuatan Program Tahunan Sekolah
Penerima Manfaat : Capaian
PAUD : 99 sekolah
Guru : 478 guru
Anak : 2530
Orang tua : 2530

Lokasi :
Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor
Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur

Waktu periode : September – Desember 2020

Mitra Danone Indonesia

Edukasi Kesehatan, Gizi dan Pola Asuh Di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat dan Kota Administrasi Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta

Program yang dicanangkan dalam rangka ikut berkontribusi dalam program nasional yaitu tercapainya tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) untuk menghapuskan semua bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030. Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah ditargetkan Indonesia pada tahun 2024 prevalensi Stunting turun menjadi 14%.
Program ini bertujuan untuk Meningkatkan dan memperkuat pemahaman guru, siswa dan orang tua serta kader posyandu atau PKK dengan kolaborasi lintas sektor – termasuk pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak. Hal ini merupakan upaya inovatif-promotif-preventif pencegahan stunting menuju periode Generasi Emas 2045 dengan dampak program yang terukur

Berdasarkan data real pada bulan februari 2022, jumlah balita usia 0-59 bulan sebanyak 438.365, balita yang ditimbang sebanyak 365.001 (83,26 %). Status gizi balita yang melakukan penimbangan dengan hasil berat badan kurang sebanyak 18.863 (5,17%), balita pendek (stunting) sebanyak 28.657 (7,91%), dan balita gizi kurang sebanyak 16.479 (4,53%) (ppid.bogorkab.go.id, 2022). Prevalensi stunting di Kabupaten Bogor tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 7,91% pada bulan Februari 2022, lebih rendah dibandingkan prevalensi pada Tahun 2021 yaitu sebesar 9,89%. Kini, Pemerintah Kabupaten Bogor, terus melakukan berbagai upaya demi menurunkan angka stunting menuju Kabupaten Bogor Bebas Stunting (Gobest) di tahun 2023.

Untuk Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2019 memiliki prevalensi stunting 18,43 % (BPS-Kemenkes, Integrasi Susenas Maret 2019 dan SSGBI, 2019). Pada tahun 2021 Prevalensi balita stunting di Jakarta Timur mengalami penurunan cukup pesat higga mencapai 13,4%. Angka prevalensi stunting tahun 2021-2022 di Jakarta Timur ini tergolong kategori rendah karena berada pada angka di bawah 20%. Namun demikian Wali Kota Administrasi Jakarta Timur menargetkan kasus stunting di Jakarta Timur bisa ditekan sampai angka nol.

Tujuan :

Meningkatkan dan memperkuat pemahaman guru, siswa dan orang tua serta kader posyandu atau PKK dengan kolaborasi lintas sektor – termasuk pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak.  Hal ini merupakan upaya inovatif-promotif-preventif pencegahan stunting menuju periode Generasi Emas 2045 dengan dampak program yang terukur

Kegiatan yang dilaksanakan :

  1. Kick off Program gizi, kesehatan dan pola asuh di Kab Bogor 
  2. Baseline dan Endline 
  3. Pelatihan seri secara online 
    1. Pelatihan Seri  1 dengan tema Cegah Masalah Gizi dengan Gizi Seimbang 
    2. Pelatihan seri 2 yang bertema “Mindful Parenting -Pola Asuh Berkualitas untuk Anak Balita Sehat -“
    3. Pelatihan seri 3 dengan tema “Mindful Eating – Pola Makan Sehat untuk Anak Balita “
    4. Kegiatan Safari edukasi gizi secara tatap muka
  4. Workshop Pembelajaran Implementasi Isi Piringku 
  5. ToT gizi untuk kader posyandu Kelurahan Klender Kota Adm. Jakarta Timur
  6. ToT Modul gizi untuk Kelas Parenting Anak Usia Dini dengan sasaran guru PAUD di Jakarta Timur
  7. Pendampingan 
  8. Pembelajaran gizi untuk siswa oleh guru
  9. Kelas Parenting
  10. Lomba lomba

Sasaran Edukasi 

 

PAUD

Guru

Siswa

Orangtua

Kab Bogor

245

1406

8634

8634

Kota Adm. Jakarta Timur

150 

649

5854

5854

Sasaran PAUD Pendampingan

 

PAUD

Guru

Siswa

Orangtua

Kab Bogor

40

165

1394

1394

Kota Adm. Jakarta Timur

20

106

783

783

Lokasi :
Kabupaten Bogor dan Kota Administrasi Jakarta Timur

Waktu periode : Juni – Desember 2022

Mitra : Danone Indonesia