Jika di dalam keluarga, anak menempati subordinat di bawah kendali orangtua dan tidak mendapatkan hubungan sebaya sebagaimana yang ia dapatkan dalam lingkungan sebaya di sekolah,

Oleh karena itu, sekolah menjadi wadah yang menempatkan anak dalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan tingkat kemampuan dan kesesuaian umur. Sebab di sanalah lingkungan pendidikan terorganisir secara sistematis.

Dengan demikian, anak mempunyai wilayah interaksi secara intens dengan teman sebaya yang sedikit banyak memiliki kesamaan wawasan dan kemampuan.
Perlu Kepercayaan Orangtua

Sekolah ada untuk membantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak adalah dalam keluarga. Sangat diperlukan kepercayaan orangtua terhadap sekolah (pendidik) yang menggantikan tugasnya selama di ruangan sekolah.

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat akhir-akhir ini sering terjadi tindakan-tindakan kurang terpuji dilakukan anak didik, semetara orangtua seolah tidak mau tahu, bahkan cenderung menimpangkan kesalahan kepada sekolah.

Pengembangan Diri di Sekolah

Pola komunikasi yang berbeda antara rumah dan sekolah merupakan dua dunia yang tak bisa disamakan bagi anak. Keluarga adalah dunia referensi bagi anak untuk membangun nilai hidup dan cita-cita, sedangkan dunia sebaya yang ditemui anak dalam sekolah adalah wilayah pengembangan diri secara sosial bersama-sama dengan teman-teman sebaya yang relatif dalam kualifikasi kemampuan dan wawasan yang sama.

Di dalam UU Nomor 22 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 10 ayat (4) dinyatakan bahwa : Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai, budaya, nilai moral, dan keterampilan.

Ciptakan Hubungan Kekeluargaan dengan Sekolah

Hubungan keluarga dengan sekolah adalah alah satu elemen penting dalam kesuksesan belajar anak. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menjembatani peran orangtua pada kegiatan belajar anak atau menciptakan hubungan keluarga dengan sekolah. Jadi, sesibuk apa pun orangtua di kantor, tetaplah menjaga hubungan keluarga dengan sekolah yang baik.

Hubungan antara keluarga dan sekolah terjadi pada kerja sama orangtua dengan pihak guru. Kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memantau kemajuan anak dalam proses pendidikan, baik kemajuan dalam ranah intelektual maupun psikologis.

Artikel ditulis ulang berdasarkan makalah Nurul Awwaliyah pada sub bab hubungan keluarga dan sekolah.