Sebagai orangtua, perlu membangun ikatan psikologi yang intens dengan anak-anaknya. Terutama jika memiliki anak perempuan, orangtua perlu bicara dari hati ke hati. Apalagi bagi seorang ibu, perlu ada cara-cara yang dilakukan agar memiliki kedekatan emosional dengan anak perempuan.

1. Jadilah pendengar yang baik

Lakukan yang terbaik untuk mencari tahu bagaimana bisa melakukan komunikasi terbuka. Tanyakan beberapa pertanyaan tentang bagaimana perasaannya hari itu.

Kemudian dengarkan ketika ceritanya yang meluap-luap keluar darinya. Cobalah untuk tidak memberikan saran langsung. Sebaliknya, berikan dia perhatian penuh, dan perlihatkan jika sebagai orangtua, kita senang dengan apa yang ia ceritakan.

Tujuannya di sini adalah membiarkan anak merasa bahwa ibunya ada di sana untuknya dan memahami perasaannya.

Waktu yang disarankan adalah ketika sebelum tidur atau saat sedang makan malam bersama. Terakhir, jangan lupa untuk menutup cerita dengan memberikan pelukan dan ciuman yang hangat untuk anak perempuan.

2. Tetap berada di perahu yang sama

Pelajari apa yang dia sukai dan dukunglah. Apakah dia suka olahraga? Musik? Seni? Alam? Mode?

Menikmati berkemah di hutan, belajar bermain piano, atau mungkin memiliki gaya pakaian yang sama. Tak ada salahnya jika kita membuat daftar hal-hal apa saja yang menyenangkan dan menarik yang dapat dilakukan bersama-sama.

3. Jadilah contoh pertama yang bisa ia ikuti

Anak perempuan ingin membangun identitas dan suaranya sendiri. Dia adalah individu yang berbeda dan unik, tetapi apa yang dapat seorang ibu lakukan adalah mengajarkan hal-hal yang membangun karakternya secara positif.

Tunjukkan padanya nilai dari membina akhlak islami, rasa hormat, integritas dan toleransi, dan banyak lagi. Pelajaran seperti ini tentu ia perlukan saat menghadapi dunia.

4. Jadilah sahabat terbaik

Tak dapat disangkal, ada ikatan yang tak terucapkan antara ibu dan anak perempuannya. Sedapat mungkin, buat mereka merasa nyaman dan aman dengan mengkomunikasikan emosinya dan lakukan yang terbaik untuk berada di sana ketika ia membutuhkan keberadaan ibu secara mental, fisik, dan emosional.

Ibu dan anak perempuan saling memengaruhi – dalam kondisi yang baik atau pun buruk – tentunya dengan cara yang berbeda dari hubungan lainnya.

Jadilah teladan dan lihat anak perempuan kita tumbuh dengan indah menjadi wanita sholihah yang kuat dan sehat.

Referensi: id.theasianparent.com