Kira-kira, sampai detik ini, apa yang sudah Ayah/Bunda ajarkan kepada Ananda?

Sebagai keluarga muslim, tentu aqidah harus menjadi ilmu pertama yang diajarkan kepada anak. Tak hanya soal aqidah dan ilmu ruhani lainnya, tapi juga perkara fisik dan seluruh aspek dalam kehidupannya.

Berikut ini ada beberapa contoh mengenai ilmu apa saja yang perlu kita ajarkan pada anak-anak sejak usia dini:

1. Ma’rifatullah

Anak perlu dikenalkan mengenai siapa penciptanya, mengapa harus menyembah dan taat pada-Nya, bagaimana cara melakukan perintah-Nya serta hal-hal sederhana lain agar anak memahami prinsip-prinsip dasar dalam berprinsip dan membangun kepribadiannya.

2. Dzikir dan shalat

Setiap ada keluhan atau kesyukuran, apakah anak-anak kita sudah terampil berdzikir? Ketika jatuh beristighfar, ketika dipuji mengucap hamdalah, melihat keindahan mengucap maa syaa Allah. Sudahkah pula anak-anak kita melaksanakan shalat 5 waktu?

Keterampilan untuk senantiasa mengingat Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang pantas disembah dan dimintai segala permintaan merupakan hal utama yang perlu diajarkan pada buah hati kita.

Banyak orangtua yang sudah mengajarkan anak terampil baca tulis dan hitung sejak kecil, namun belum mengajarkan anak terampil mengingat Allah di waktu sempit dan lapang.

3. Latihan berkuda dan berenang

Untuk melatih ketangkasan fisik, anak bisa diajarkan olahraga berkuda dan berenang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (HR Sahih Bukhari dan Muslim)

Olahraga memanah akan melatih konsentrasi dan kemampuan anak untuk fokus pada target/tujuan, tenang, dan dapat mengelola emosi dengan baik.

4. Amar ma’ruf nahi munkar

Ayah/Bunda bisa mengajarkan keterampilan untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar pada anak-anak sejak dini. Agar mereka tahu bahwa orang dewasa pun tidak selalu benar, ada kalanya orang dewasa lalai dan perlu diingatkan. Berikan kesempatan pada anak-anak untuk mengingatkan orangtua jika sedang malas salat, misalnya.

Jangan mengatakan, “Kamu masih kecil sok-sokan ingetin abi dan umi…” Padahal amar ma’ruf nahi munkar jika tidak diajarkan pada anak sejak kecil, kapan ia akan terbiasa?