Kini, ada banyak sekali orangtua membelikan gawai untuk anak dengan alasan sebagai sarana belajar dan komunikasi (khususnya ketika anak sudah sekolah).

Hal tersebut sah-sah saja asalkan anak berada dalam pengawasan orangtuanya secara penuh dan ditemani saat mengakses gawai.

Nah, sebagai langkah antisipasi bila Ayah/Bunda ingin memberikan gawai kepada anak adalah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1. Tujuan

Coba untuk pikirkan terlebih dahulu apa tujuan membelikan gawai tersebut. Untuk bermain game saja atau sebagai media alternatif media belajar anak. Orangtua berperan penting untuk menyesuaikan spesifikasi gawai yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.

2. Koneksi Internet

Koneksi internet perlu juga untuk diperhatikan. Sah-sah saja jika anak menginginkan gawainya terhubung dengan internet sebagai pendukung mencari informasi mengenai mata pelajaran dan hobinya.

Jika memerlukan koneksi internet, cermati fitur yang memungkinkan gawai terhubung ke Internet dengan baik dan cepat, seperti ketersediaan Wi-Fi, 3G, dan fitur lainnya. Jangan sampai terlanjur membeli, tapi selalu mengalami kesulitan untuk terhubung dengan Internet.

3. Kapasitas Memori

Untuk menyimpan aplikasi atau video yang berhubungan dengan pendidikan, gawai memerlukan memori yang cukup besar. Untuk itu, perhatikan kapasitas memori pada gawai yang ingin dibeli. Semakin besar memori, semakin banyak informasi atau aplikasi yang dapat disimpan.

4. Kamera

Anak-anak senang sekali bereksplorasi dan mengambil foto. Selain untuk mengasah kemampuan fotografi, kamera juga dapat digunakan Anak untuk menangkap gambar hewan atau tumbuhan di sekitarnya, lalu mencari tahu mengenai hewan yang difotonya dengan Internet.

5. Harga

Harga kerap jadi bahan pertimbangan semua orangtua untuk membelikan gawai. Hampir semua orangtua mencari harga terbaik yang sesuai dengan dana yang mereka miliki. Tidak selamanya gawai yang berharga murah itu jelek dan berkualitas rendah. Saat ini, banyak merk gawai yang menawarkan beragam fitur dengan harga yang bersaing.

Belikan gawai yang sederhana saja bagi anak, tanpa perlu memilih yang fiturnya lengkap dan canggih. Sebab, kebutuhan anak terhadap gawai tidak sepenting orang dewasa. Anak hanya butuh tahu tentang cara menggunakan, akses video, telepon, dan berkirim pesan singkat.