Sebetulnya, sejak anak masih di bawah lima tahun, orangtua sudah bisa melatih kepercayaan diri sang anak. Kemampuan anak untuk bisa tampil percaya diri sebaiknya  diltih sebelum ia masuk dunia interaksi yakni prasekolah. Dorongan tak kenal lelah dari orangtua akan membuat balita makin menonjol di antara teman-temanya.

Banyak orang tua yang baru menyadari betapa kurangnya rasa percaya diri anak ketika balita mulai memasuki dunia sosial kecilnya, yaitu prasekolah.

Sebelum masa itu datang, rasa ragu dan malu yang melanda anak saat harus berinteraksi dengan orang luar masih belum dipandang sebagai masalah dan cenderung dimaklumi. Orangtua harus gigih melatih anak untuk bisa berprestasi di luar, bukan melulu di dalam saja.

Berikut 6 tips yang bisa dipraktikkan langsung oleh para orangtua, dilansir dari ayahbunda.com

1. Bebaskan Anak Bereksplorasi

Sejak bayi, bebaskan dirinya untuk bereksplorasi. Hindari memberikan terlalu banyak batasan saat bermain maupun beraktivitas sehari-hari. Anak yang dibiarkan berekplorasi untuk memuaskan rasa ingin tahunya bisanya akan berkembang menjadi anak yang kreatif dan pintar. Dan anak kreatif bisanya juga akan lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan dunia luar.

2. Tanamkan Citra Diri yang Baik

Anak perlu untuk ditanamkan citra diri yang baik terhadap dirinya sendiri sejak belia. Orangtua wajib membuat anak merasa bahwa dirinya berharga dan dibanggakan oleh ayah ibunya. Sampaikan citra diri positif ini lewat kata atau pesan tersirat lewat interaksi antara anak dan orangtua. Balita pun akan menjadi seorang pembelajar yang penuh keyakinan tinggi.

3. Interaksi dengan Orang Lain (selain orangtua dan saudara kandung)

Ketika kerabat datang berkunjung ke rumah, pancing anak untuk tampil dan mempertunjukkan kepintarannya-menyanyi, berhitung, atau sekadar bercerita tentang pengalaman berjalan-jalan bersama ayah dan ibu minggu lalu.

Interaksi dengan orang yang telah dikenal tetapi jarang ditemui bisa menjadi langkah awal untuk mengasah keberanian serta rasa percaya dirinya. Kepercayaan diri dipupuk dari sikap berani dan tidak malu-malu dalam bertindak.

4. Berikan Tugas Ringan

Saat makan bersama di restoran, dorong balita –apabila ia sudah lancar berbicara dan berjalan– untuk mengemban tugas meminta bon pada kasir, atau memanggil pelayan untuk meminta sendok atau piring tambahan untuknya. Ketika ia mau melakukannya, berikan pujian yang tulus sehingga di lain waktu ia mau melakukannya lagi.

5. Sering Ajak Mengobrol

Ketika dia sudah mulai masuk usia prasekolah, sering-sringlah ngobrol dengannya, dengan menceritakan bahwa ia sudah besar dan sebentar lagi sekolah. Berikan gambaran padanya bahwa bersekolah itu menyenangkan-ia akan bertemu banyak orang baru dan belajar hal baru.

Orangtua harus mampu mempersiapkan diri anak sebelum terjun ke dunia luar. Hal tersebut akan membuat kadar percaya dirinya lebih tebal, sebab ia tahu apa yang kira-kira akan dihadapinya dan bisa jadi ia akan antusias untuk menghadapinya.

6. Beri 4P Pada Anak

Ada tips 4P bagi para orangtua, dikutip dari ayahbunda.com yaitu pujian, penerimaan, pemahaman, dan positif. Apakah maksudnya?

Pujian. Semakin sering memuji anak, semkin ia menjadi percaya diri. Hindari untuk terlalu sering menunjukkan keburukannya dan perbanyak memuji perilaku baiknya. Alihkan sikap kritis Anda kea rah yang lebih baik-selalu katakana padanya, bahwa Anda yakin dia pasti bisa.

Penerimaan. Berusaha menerima anak Anda apa adanya dan selalu menyampaikan kata-kata yang mendorongnya untuk maju. Melihat anak lain tampil lebih “bersinar” daripada anak Anda sendiri kadang-kadang bisa membuat Anda jadi cenderung ingin menuntut anak Anda lebih banyak. Padahal, tekanan yang terlalu besar malah akan membuat anak Anda frustasi.

Pemahaman. Tempatkan diri Anda pada posisi anak, Anda pun dulu juga pernah seusia dia, dan ingat kembali hal-hal yang bisa membuat Anda menjadi kurang percaya diri, ingat kembali perasaan apa yang bisa membuat Anda bisa demikian. Lalu, terapkan pada balita.

Positif. Segala hal yang positif akan membawa hasil yang positif pula. Jika Anda memberi perhatian lewat senyuman tulus, selalu menatap matanya dengan semangat, dan menunjukkan rasa tertarik akan apa yang ia lakukan itu membuatnya merasa aman dan nyaman, sehingga dengan sendirinya bisa berkreasi tanpa hambatan emosional apa pun.