Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) berbeda secara fisik dan psikis dengan anak lainnya. Oleh karena itu, dalam mendidik dan membimbing mereka perlu bantuan orang sekitar, seperti keluarga, kerabat, dan guru.

Terlebih jika anak sudah memasuki usia sekolah, kejelian orangtua dalam memilih jenis sekolah yang tepat bagi ABK agar minat dan potensi anak dapat dioptimalkan.

ABK yang tergolong mampu didik dan mampu latih, setelah dewasa diharapkan menjadi pribadi mandiri dan dapat berkarya di tengah masyarakat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika orangtua mencari dan menentukan sekolah bagi putra dan atau putrinya yang  berkebutuhan khusus, di antaranya:

1. Kenali dan pahami kondisi anak

Bagi ABK yang masih memiliki hambatan sosial, orangtua disarankan mengirimkan anaknya untuk mengikuti terapi secara intensif sebelum masuk sekolah.  Bila hasil terapi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, anak bisa mendaftar ke sekolah inklusi atau sekolah umum.

Tetapi jika hasil terapi tidak dapat memenuhi standar sekolah umum, sebaiknya anak masuk sekolah khusus agar mendapatkan pelayanan pendidikan yang tepat.

2. Rekomendasi orangtua ABK lainnya

Jika ingin mendapat sekolah yang tepat untuk ABK, salah satu langkah yang sebaiknya  ditempuh yakni menanyakan rekomendasi sekolah kepada orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus sejenis.

Penilaian dan rekomendasi orangtua ABK lainnya tentang sekolah tertentu, dapat menjadi pertimbangan yang baik untuk anak.

3. Kunjungi sekolah bersama anak

Jika orangtua telah memiliki daftar sekolah yang dianggap baik, orangtua bersama dengan anak dapat datang berkunjung langsung.

Orangtua dan anak perlu melihat lingkungan dan fasilitas yang disediakan  sekolah dalam mendukung proses belajar mengajar.

4. Jarak dan lokasi sekolah

Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh atau relatif dekat rumah, bisa jadi salah satu pertimbangan pemilihan.  Hal ini dilakukan untuk menghindari anak kelelahan, stres, dan tantrum.

5. Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Orangtua harus memastikan bahwa sekolah memiliki tenaga pendidik dan kependidikan dengan kompetensi khusus.

Kompetensi yang dibutuhkan yakni mampu memberikan pelayanan pendidikan khusus bagi ABK. Tenaga pendidik dengan kualifikasi umum dan khusus sangatlah menunjang perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi program anak.

6. Kurikulum dan Program Belajar

Kurikulum merupakan bahan dasar pembelajaran anak sebagai acuan orangtua memahami tujuan ABK bersekolah. Masing-masing ABK memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi kekhususan anak.

Orangtua dapat menanyakan langsung program belajar yang diberikan kepada anak, bahkan program unggulan sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan anak belajar setiap harinya.

7. Sarana dan Prasarana sekolah

Sarana dan prasarana pendidikan adalah perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pendidikan umum maupun khusus dalam satuan pendidikan tertentu.

Kelengkapan asesibilitas bagi kelancaran mobilitas ABK dan tersedianya media belajar sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.

Ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran dapat menjadi tolak ukur orangtua menentukan mutu sekolah.

8. Tenaga Ahli

Tim profesional, seperti dokter anak, psikolog, terapis, dll menjadi bagian penting dalam penanganan dan perkembangan anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Peran dan kerjasama sekolah dengan semua pihak termasuk dengan tenaga ahli dan orangtua sangat diperlukan agar anak mendapat stimulasi serta pelayanan pendidikan yang terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Wallahu ‘alam bishawab

(Kontributor: Adora Rinanda)