Dalam hidup berumah tangga, suami dan istri punya peran, tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama pada porsinya masing-masing, yakni sama-sama saling bahu-membahu menjaga keharmonisan dan kebaikan yang membawa keberkahan.

Kedua pasutri wajib menjaga dan terus menumbuhkan rasa cinta di rumah agar suasana nyaman dan bahagia senantiasa tercipta sehingga dapat menahan ujian yang datang dari luar. Sebagai seorang istri, misalnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan dan dibiasakan setelah berumah tangga agar hati suami semakin terpikat.

1. Motivator

Seorang istri adalah motivator utama bagi suaminya. Adapun, jika dia lalai dalam beribadah, maka sudah sepatutnya sebagai istri yang harus mengajaknya untuk kembali bersemangat beribadah dan mengingatkannya dengan ancaman Allah di akhirat kelak.

2. Pencegah Suami Berbuat Kejahatan

Terkenal sebuah ungkapan ‘di belakang laki-laki yang sukses, ada seorang perempuan kuat yang mendukungnya.’ Pada kenyataannya memang demikian. Apabila seorang istri baik, maka suaminya pun juga akan baik. Begitu juga sebaliknya.

3. Madrasah Pertama Anak-Anaknya

Mendidik anak adalah salah satu tugas utama istri. Meskipun, sang ibu bekerja di luar rumah, dia harus tetap menjadi sentral pembelajaran bagi anak-anaknya.

Sejatinya, selain suami, seorang istri juga punya peran utama dalam membangun skala pendidikan dan ilmu pengetahuan keluarganya. Jika sang ibu lemah dan tidak mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, maka masa depan anak yang akan dipertaruhkan.

4. Teman Curhat

Suami juga pasti membutuhkan tempat bercerita dan tukar pikiran, menumpahkan segala keresahan dan uneg-uneg agar perasaan menjadi tenang dan agak lega. Begitu juga sebaliknya, seorang istri membutuhkan tempat untuk berbagi cerita. Maka, suami dan istri harus menjadi tempat curhat yang nyaman agar dapat saling mendengarkan dan memahami perasaan satu sama lain.

5. Menteri Keuangan Keluarga

Dalam rumah tangga, istri menempati posisi sebagai menteri keuangan keluarga. Dia harus mampu mengelola uang yang diberikan suaminya sebaik mungkin. Bahkan, dia pun juga harus sebisa mungkin menyisakannya untuk ditabung, meski sedikit.

Patut diingat, sebaik-baik istri ialah orang yang mampu berhemat, namun tidak kikir. Dia mampu menyeimbangkan taraf hidup keluarganya sesuai dengan standar pemasukan keuangan keluarga, tanpa harus membatasi keinginannya kuat-kuat.

Jika sang suami adalah orang yang berkelebihan harta, maka sudah sewajarnya dia mampu mengatur keuangan keluarganya dengan baik, mengingat roda kehidupan akan terus berputar. Jangan sampai istri menghambur-hamburkan harta suami untuk hal yang tidak penting, kecuali untuk keperluan keluarga dan dalam rangka beribadah di jalan Allah SWT.

Referensi: ummi-online.com