Peresmian program Water Access Sanitation and Hygienic (WASH) sebagai pemenuhan kebutuhan air bersih di Kampung Baru dan peningkatan pemahaman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dilaksanakan pada 27 Juli 2017 di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Desa Watesjaya, Tim CSR Aqua, Tim Pendamping Yasmina, serta dinas terkait lainnya ini merupakan awal dari program yang dibuat sebagai bentuk kepedulian PT. Tirta Investama (AQUA) Ciherang terhadap risiko sosial masyarakat, realitas yang terjadi yakni belum semua masyarakat di sekitar pabrik dapat mengakses air bersih sampai ke rumah.

Sri Puspa Mustikawaty, selaku Tim Pendamping dari Yasmina Foundation menuturkan bahwa program pemenuhan air bersih di  RW 07 Kampung Baru Desa Watesjaya ini meliputi kegiatan pembangunan sarana air bersih, pembentukan pengelola sarana air bersih, dan peningkatan pemahaman STBM.

“Program pembangunan sarana air bersih meliputi pengeboran sumur, pembangunan menara air dan pemasangan torn penampung air, pemasangan jalur perpipaan dari torn penampung air ke wilayah RW 07 sampai sambungan rumah (SR),” terang Puspa.

Pada proses pelaksanaannya di lapangan, Tim Pendamping Yasmina mendapat tantangan beragam, seperti menyesuaikan waktu dengan masyarakat pada kegiatan pendampingan dan pertemuan warga. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi seiring dengan berjalannya program.

Program pemenuhan kebutuhan air bersih yang dilaksanakan adalah bentuk Kampung Baru RT 01, RT 02 dan RT 03 RW 07 Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong adalah wilayah yang belum bisa mengakses air bersih terutama pada saat musim kemarau, sehingga dirasa perlu dilaksanakan program pemenuhan air bersih di wilayah ini.

“Maksud dilaksanakan program pemenuhan kebutuhan air bersih, pembentukan panitia pengelola air bersih, dan pendampingan STBM adalah agar masyarakat dapat mengakses air bersih. Mereka juga dapat mengelola sarana air bersih sehingga sarana air bersih dapat dirasakan kebermanfaatannya dalam jangka waktu lama. Selain itu, masyarakat memahami pentingnya pelaksanaan pilar STBM dalam kehidupan sehari – hari,” imbuh Puspa. (*/Sekar)