Kaidah tercapainya suatu tujuan yakni bergantung kepada niatnya. Sesungguhnya semua amal itu tergantung niatnya.  Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan.

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit. Maka tak perlu mengerjakan semua sunnah sekaligus dalam sekali percobaan. Perlahan saja, asalkan komitmen dan konsisten.

Dalam membiasakan sunnah Nabi SAW. janganlah hanya dengan gerak-gerik (dhohir) saja, tetapi dibarengi cinta (mahabbah) kepada Baginda Rasulullah, karena dengan cinta kepada Beliau, seseorang akan patuh dan mengikuti (i’tiba) Rasulullah SAW sebagai teladan menjadi pribadi yang berakhlakqul kharimah yang hidupnya berkah.“Katakankanlah (Muhammad), “Apabila kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS Ali Imran: 31)

1.Dahulukan Anggota Tubuh yang Kanan

Rasulullah SAW dalam banyak perbuatannya selalu mendahulukan bagian anggota tubuh yang kanan sebab bagian kanan identik dengan kebaikan, sopan dan satun.

2. Tersenyum, Ucapkan, dan Jawab Salam

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikitpun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.”  (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

 “Kamu tidak dapat memasuki surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sebelum kamu berkasih sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih sayang di antara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal.” (HR abu Hurairah)

3. Duduk Ketika Makan dan Minum

“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.  Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR Muslim).

Makan sambil berdiri menyebabkan makanan yang masuk ke pencernaan atau lambung jatuh lebih cepat dibanding makan sambil duduk. Tidak jarang, hal ini membuat kinerja sistem pencernaan jadi berantakan. Ini juga bisa menyebabkan luka, nyeri dan iritasi pada dinding lambung, usus serta menyebabkan mual hingga muntah.

4. Sambung Silaturrahim

“Aku pernah mendengar Hadist riwayat Anas bin Malik ra, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa “Barangsiapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaan atau silaturrahmi.” (HR Anas bin Malik ra.)

5. Penuhi Undangan, Jenguk Orang Sakit, dan Mengantarkan Jenazah

“Apabila seorang di antara kamu diundang untuk menghadiri pesta perkawinan, maka hendaklah ia menghadirinya.” (HR Ibnu Umar ra.)

Abu Hurairah ra. dalam Hadits Rasulullah berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu : menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.”

6. Dirikan Salat Tepat Waktu

Dalam Al qur’an, surat Al- Ankabut ayat 45 Allah SWT menegaskan bahwa salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya ibadah salat yang dijalankan dengan baik, benar, dan bersungguh-sungguh akan mampu membentengi diri kita dari perbuatan tercela. Sehingga kesungguhan kita menjalankan ibadah salat merupakan upaya memperbaiki kualitas diri secara kontinu.

7. Salat Berjamaah di Masjid

Senantiasa mengajak anggota keluarga salat tepat waktu dan berjamaah, adalah salah satu bentuk pendidikan yang menjaga ketaatan, kepatuhan, kesatuan, dan keutuhan keluarga. Sebab, salat berjamaah adalah cerminan hidup dalam kelompok.

“Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang, maka Allah SWT. telah menyiapkan surga, setiap pulang atau pergi.” (HR Bukhari dan Muslim)

8. Salat Sunnah Rawatib

Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi orang yang mengamalkan salat sunnah rawatib, sesuai hadist Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim, dari Ummu Habibah,

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa salat dua belas raakat sehari semalam (salat rawatib), akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga.”

Jika seseorang masih merasa kesulitan mengerjakan seluruh salat rawatib, maka sempatkan salat sunnah fajar, karena Rasulullah SAW pun mengutamakan salat sunnah fajar sekalipun dalam perjalanan.

Dalam Hadist Rasulullah, dari Aisyah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bahwasanya nabi tidaklah sangat berusaha menjaga salat sunnah melebihi kesungguhan beliaU untuk menjaga pelaksanaan dua rakaat sebelum subuh.”

9. Salat Tahajud

Salat Tahajud salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan secara khusus dalam Al qur’an disebutkan keutamaan bagi muslim yang melaksanakannya.

“Lakukanlah oleh kalian salat malam, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang sholih sebelum kalian, pendekatan diri kepada Allah SWT., pencegah dosa, penghapus segala kesalahan, dan penolak penyakit dari tubuh.”

10. Rutin Tilawah Al qur’an

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, sedangkan kebaikan dilipatkgandakan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif-Laam-Miim satu hurus, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu Huruf. (HR Abdullah bin Mas’ud ra)

11. Biasakan Salat Dhuha

“Ia diberi wasiat oleh kekasihnya SAW, tiga hal yang tidak akan ia tinggalkan selama hidupnya : Puasa tiga hari setiap bulan, Salat Dhuha, dan tidak tidur sebelum ia salat witir.” (HR Abu Darda)

12. Sedekah Setiap Hari

Allah SWT menyukai umatnya yang suka bersedekah, dan malaikat-Nya selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Sedekah adalah amalan yang bersifat sosial (al-muta’ddiyah), yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang termasuk orang yang mengerjakannya.

Dan orang yang suka bersedekah setiap hari dijamin hartanya tidak berkurang sedikitpun, seperti bunyi hadits Rasulullah diriwayatkan oleh Muslim, “Harta tidak berkurang karena bersedekah.”

13. Menjaga Wudhu

Dalam Hadits Rasulullah SAW Ath Thabrani yang diriwayatkan Abdullah bin Umar ra., Bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidak seorang hamba bermalam suatu malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa, “Wahai Allah, ampunilah untuk hamba-Mu, sesungguhnya dia tidur dalam keadaan suci.”

14. Istighfar Setiap Saat

Tidaklah tergolong orang berdosa, orang yang selalu beristighfar meskipun dia mengulangi perbuatan dosanya sebanyak 70 kali dalam sehari.

15. Perbanyak shalawat

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”  (HR Baihaqi)

Di dalam Hadits Rasulullah SAW, Tirmidzi menjelaskan jawaban Rasulullah atas pertanyaan sahabat Ubay bin Ka’ab bahwa jika seseorang menjadikan seluruh waktunya untuk bershalawat kepada Nabi SAW., maka seluruh dosa-dosanya akan diampuni, semua kesedihannya akan dihilangkan, tercukupi semua kebutuhannya, dan ia diberi jalan keluar atas segala masalahnya.”

Wallahu ‘alam bishawab