Sedekah menjadi bagian dari hidup manusia dalam rangka membersihkan harta yang diperoleh setiap bulannya. Sebab, setiap harta yang kita miliki, terdapat juga harta orang lain.

Namun, dalam bersedekah perlu sekali kita mewaspadai, jangan sampai pahala dari bersedekah kita menjadi sia-sia. Apa saja yang membuat pahala besedekah menjadi hangus?

1. Tidak ikhlas atau riya’

Riya’ yakni menampakkan amalnya kepada orang lain agar mendapat puijan. Bersedekah haruslah dengan keikhlasan. Mungkin bagi sebagian orang perasaan Riya’ kerap kali muncul ketika pertama kali melakukan. Riya’ dalam amalan sedekahnya maka akan menghapus pahala sedekah tersebut. Bahkan perbutan riya’ tidah hanya dalam masalah sedekah saja. Riya’ dapat terjadi pada setiap amal ibadah.

Namun, jika menunggu orang beramal atau bersedekah harus dengan hati ikhlas, maka mungkin hanya sedikit atau bahkan tidak akan ada orang yang melakukan amal. Olehnya, bersedekahlah sambil terus berusaha menata hati agar senantiasa diliputi keihlasan dalam beribadah dan beramal.

2. Mengungkit dan menyakiti hati penerima

Barangkali, secara tidak sadar, kita sering mengungkit apa yang pernah dilakukan terdahulu sehingga hal tersebut juga secara tidak langsung menyakiti hati penerima.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)” QS. Al Baqarah: 264

Ternyata, seseorang tidak mendapatkan pahala sedekah akibat melakukan dua kesalahan yakni mengungkit-ungkit sedekah dan menyakiti penerimanya. Jika mmeberi/melakukan kebaikan, maka lupakanlah. Namun, jika melakukan keburukan, maka ingatlah selalu.

3. Bersifat ujub

Biasa dikenal dengan istilah narsisme atau senang mengagumi dan membanggakan dirinya sendiri. Sifat ini tercela dan harus dihindari oleh manusia karena dapat membuat orang menjadi sombong dan riya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang merasa bangga dan menceritakan perbuatan baiknya pada orang lain maka pahala atas perbuatan baiknya tersebut akan dihapuskan. Sebaiknya jika seseorang berbuat baik maka sebaiknya tidak diceritakan dan hanya ia serta Allah saja yang tahu.

“Tiga hal yang membinasakan : Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

4. Menggunakan uang haram

Hal ini diumpamakan seperti mencuci baju menggunakan urine. Memang, apa yang dikerjakan itu terlihat sangat baik karena dapat membantu sesama. Namun, tindakan yang dianggap baik ini justru bisa memasukan kita ke dalam neraka.

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba memperoleh harta haram lalu menginfakkannya seolah-olah diberkahi dan menyedekahkannya semua hartanya seolah-olah diterima melainkan usahanya itu makin mendorongnya masuk ke neraka. Sesungguhnya Allah tidak akan menghapuskan keburukan dengan keburukan, akan tetapi menghapuskan keburukan dengan kebaikan; sesungguhnya kenistaan tidak akan menghapuskan kenistaan” (Musnad Ahmad 1/387).

Allah SWT adalah Maha Suci dan tidak menerima kecuali yang suci. Juga dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224).

Ghulul yang dimaksud di sini adalah harta yang berkaitan dengan hak orang lain seperti harta curian. Semoga kita terhindar dari perbuatan sia-sia tersebut.

Referensi: ummi-online.com