Infeksi vagina paling banyak terjadi pada wanita usia subur. Sekitar 5% ibu hamil memiliki risiko terkena infeksi vagina akibat bakteri.

Di Amerika, jumlah ibu hamil yang terkena infeksi bakteri sebanyaj 10-30% (American Pregnancy Association). Inilah penyebab utama keguguran dan kelahiran bayi prematur yang terjadi pada trimester ke-2 kehamilan.

Penyebab

Terjadi gangguan keseimbangan bakteri mikroflora yang hidup di vagina. Namun penyebab gangguan keseimbangan mikroflora vagina itu sendiri belum diketahui secara pasti. Jenis-jenis bakteri yang paling sering menjadi penyebabnya adalah Gardnerella vaginitis, Chlamydia, Gonococcus, dan Treponema pallidum.

Gejala

Keluar cairan vagina berwarna putih dan berbau tak sedap. Atau, cairan vagina berwarna putih keruh dan berbau amis –terutama setelah berhubungan intim- dan muncul rasa panas seperti terbakar ketika buang air kecil.

Akibat

Bayi dapat lahir prematur akibat kantung amnion pecah mendadak, jalan lahir terbuka terlalu dini, dan risiko terjadi infeksi rahim setelah persalinan meningkat.

Pengobatan

Membersihkan vagina menggunakan cairan khusus vaginal drainage. Bila belum teratasi, dokter akan memberi antibiotik yang aman untuk ibu hamil.

Contohnya, metronidazole dalam bentuk pil atau gel, krim clindamycin yang dioleskan pada vagina, atau supositoria. Pemberian obat antibiotik ini tidak dilakukan pada trimester pertama kehamilan karena dikhawatirkan menggangu perkembangan janin.

Pencegahan

Hidup sehat, berat badan tidak berlebih, jaga kelembaban organ intim, olahraga rutin sehingga drainage cairan vagina lancar, tidak tertahan lama di dalam vagina.

Konsultasikan pada obgin perihal pemakaian cairan penjaga keasaman vagina untuk mencegah penggunaan antibiotik. Hindari penggunaan douche atau cairan pembersih vagina secara sembarangan karena dapat mengganggu keseimbangan asam basa di vagina. (ES)