Back to nature adalah slogan yang dikampanyekan oleh sekumpulan penggiat hidup sehat yang bertujuan untuk memberikan penyadaran tentang semakin memburuknya kondisi lingkungan kita disertai dengan gaya hidup cepat dan instan. Ketika tuntutan situasi mengubah pola hidup, maka tubuhpun mengalami perubahan. Dengan kembali ke alam diharapkan manusia dapat menjaga alam dan melestarikannya sehingga terjadi keseimbangan dalam tatanan kehidupan.

Jika dahulu kakek nenek kita rata-rata memiliki mata pencaharian sebagai petani, pedagang, guru dan professional lainnya, maka saat ini kita mendapatkan 80,5 juta penduduk usia produktif di Indonesia bekerja di sektor konstruksi, perdagangan, keuangan dan jasa lainnya dengan jam kerja di atas 35 jam per pekan (data BPS, 2015).  Artinya, banyak aktivitas yang dilakukan pada saat-saat bekerja (di tempat bekerja) atau dalam perjalanan pergi dan pulang. Diantara aktivitas rutin tersebut adalah sarapan dan makan siang. Bahkan beberapa pekerja  akan menikmati makan malamnya di kantor. Tentu kondisi ini akan mempengaruhi pola makan dan pola hidup kita. Apakah kita yakin bahwa makanan yang kita konsumsi itu sehat?. Berikut tantangan pada keamanan pangan kita:

  • Impor makanan dan bahan makanan yang tidak diketahui bahan baku dasarnya
  • Pengawet, perasa, pewarna dan bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan
  • Jenis makanan yang tidak memenuhi unsur gizi seimbang. Misalnya terlalu banyak karbohidrat dan lemak
  • Pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan pada saat penanaman
  • Makanan bergluten
  • Sanitasi dan kebersihan

 Bebarapa fakta tentang kesehatan dan penyakit yang diderita manusia era modern adalah semakin banyaknya penderita kanker, penyakit degenerative bahkan semakin banyak anak-anak terlahir dengan gangguan (anak berkebutuhan khusus). Tahukah kita bahwa makanan yang kita makanan terutama yang terbuat dari tepung terigu atau gandum mengandung zat yang bernama gluten?[1]. Atau tempe yang kita makan ternyata bahan bakunya adalah kedelai impor yang dibudidayakan dengan transgenic?

Fakta lain tentang hidup sehat adalah kelelahan yang sering timbul dan juga sedikitnya orang bergerak karena semakin sibuk dan tergesa-gesanya orang bekerja. Oleh karena itu olah raga yang teratur penting untuk dilakukan. Mulai dari yang ringan dan ditingkatkan secara perlahan. Misalnya mulai jalan kaki 10 menit dan dilanjutkan terus sampai terbiasa jalan kaki 45 menit tanpa berhenti.

Mencermati fakta-fakta ini, kembali ke alam adalah suatu cara mengembalikan keseimbangan hidup. Belum tentu yang serba cepat dan praktis itu selaras dengan ritme tubuh dan alam. Yuk, perhatikan makanan dan kondisi tubuh kita. Dengan menjalankan hidup sehat dan berkualitas, produktivitas akan terjaga.  Menjadi produktif di usia produktif tentu harapan kita semua. Paling tidak dengan tubuh dan jiwa yang sehat, tugas-tugas yang menjadi amanah separuhnya sudah dapat dilaksanakan dengan baik, 50% berikutnya bergantung pada  kemampuan managerial seseorang, kondisi spiritual dan passion yang dimiliki.

Selamat beraktivitas.

[1] Gluten campuran amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibuat darinya) beberapa serealia, terutama gandumgandum hitam, dan jelai. Beberapa orang memiliki sensitivitas pada gluten yang meuncul dalam gejalaringan seperti kembung, pilek sampai yang berat seperti iritasi usus,sakit kepala, migrain, nyeri sendi, asma, gangguan emosi dan sebagainya. Proses penguraian gluten di pencernaan juga memerlukan 3 (tiga) kali siklus metabolisme sehingga memberatkan fungsi pencernaan.]