Ayah/Bunda harus waspada terhadap para pelaku pedofilia yang sering melakukan pelecehan seksual pada anak-anak. Kita tidak pernah tahu keberadaan mereka karena boleh jadi ada di sekitar, dekat dengan lingkungan keseharian kita.

Mereka kerap mengajarkan untuk berbuat melampaui batas, memanfaatkan kepolosan anak-anak. Sebagai orangtua, Ayah/Bunda perlu melakukan 6 hal ini untuk mencegah anak-anak menjadi korban pedofilia:

1. Ajarkan pada anak bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak. Itu pun tidak pada sembarang orang.

Jelaskan bahwa bagian tubuh yang ditutupi pakaian dalam adalah area yang paling tidak boleh disentuh oleh orang lain. Bahkan ketika ada yang mencium pipi mereka atau mencium tangan mereka pun, mereka berhak menolak ketika merasa tidak aman/ tidak nyaman.

Bahkan sekalipun oleh ayahnya sendiri, ketika anak merasa tidak nyaman dengan ciuman atau sentuhan yang diberikan, maka hargailah pendapat anak, dan jangan memaksakan diri untuk melakukannya sementara anak tidak suka. Ini adalah pelajaran pertama dari orangtua bahwa anak memiliki privasinya sendiri yang harus dihargai.

2. Latih mereka untuk menghadapi bahaya di tempat umum.

Ajarkan anak untuk berteriak keras minta tolong kepada orang di sekelilingnya ketika ada orang asing memaksa mengajaknya pergi. Berteriak lalu lari sejauh mungkin dari orang tersebut.

3. Ketika anak bercerita tentang pengalamannya yang menjurus pada hal-hal berbau seksual, jangan merespon berlebihan, biarkan ia cerita sampai selesai.

Misalnya anak diperlakukan aneh oleh gurunya, dipegang-pegang oleh temannya, orangtua harus membiarkan anak bercerita hingga tuntas dan merasa yakin bahwa orangtua akan mendengarkannya.

Jika reaksi orangtua langsung berlebihan, anak akan merasa tidak nyaman memberitahu lebih lanjut, dan ia akan merasa lebih baik diam saja daripada orangtua marah.

Biasanya 90% yang anak katakan tentang pelecehan seksual yang dialaminya adalah kejujuran. Maka pastikan orangtua lebih peduli pada kata-kata yang diucapkan anak.

4. Pastikan anak mengetahui nama sebutan yang benar untuk alat reproduksi dan organ seksualnya

Perkenalkan istilah tubuh dengan nama yang sebenarnya, misalnya payudara (bukan susu). Jangan sebut kata lain sebagaimana keseharian kita biasanya menyebut. Katakan bahwa kata ini tidak boleh sembarangan disebutkan di depan umum.

Lalu organ reproduksi lainnya seperti vagina, penis (bukan burung), dan ajarkan juga bahwa alat reproduksinya tidak boleh diperlihatkan di depan umum/depan orang lain. Ia harus menjaga dan menutupnya karena Islam mengajarkan demikian.

5. Hindari anak-anak sendirian dengan orang dewasa lain tanpa pendampingan orangtua

Sekalipun dengan paman atau tetangga sendiri, pastikan orangtua mengawasi apa yang terjadi pada anak ketika bersama orang lain. Seringkali anak menjadi korban dari kerabat dekat atau orang yang telah dikenalnya. Jangan anggap remeh hal tersebut.

6. Pastikan anak mengetahui orangtuanya saling menyayangi dan menyayangi dirinya

Situasi keluarga yang rentan konflik membuat anak menjadi incaran para pedofil. Anak yang murung dan memiliki latar belakang orangtua suka ribut atau tampak tidak mempedulikan mereka, akan mudah dideteksi oleh para pedofil.

Semoga Allah melindungi diri dan keluarga kita dari kejahatan makhluk, salah satunya adalah kaum pedofilia.