Penting bagi kita untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum sakit. Salah satunya adalah dengan mencontoh apa-apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Di dalam QS. Al Ahzab: 21, Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Dan dalam HR Bukhari no. 641 Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”.

Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Sang dokter bertanya kepada Rasulullah SAW tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.

Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafat.

Ada beberapa kebiasaan sehat yang selalu diterapkan oleh Rasulullah, yang di masa kini juga didukung secara ilmiah. Berikut delapan kebiasaan sehat ala Rasulullah SAW yang patut dicontoh oleh umat muslim;

1.Cepat tidur dan cepat bangun

Rasulullah SAW selalu tidur di malam hari lebih awal dan beliau tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal inilah yang melatari mengapa beliau tidak suka berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya.

Rasulullah SAW selalu bangun di sepertiga malam setiap hari. Bangun pagi lebih awal secara ilmiah ternyata berkaitan dengan produktivitas yang lebih baik. Di samping itu, bangun lebih pagi juga bermanfaat bagi kesehatan mental.

Bangun lebih pagi mungkin sulit untuk dilakukan, tetapi mulailah mencobanya secara perlahan.

2. Sering berpuasa

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al Baqarah: 183)

Dalam ayat berikutnya, “ ………..Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Puasa adalah praktik rutin yang dijalankan oleh Rasulullah SAW. Tak hanya selama bulan Ramadhan. Namun, Rasulullah juga kerap berpuasa setiap hari Senin dan Kamis serta pada tanggal 13,14, dan 15 setiap bulannya.

Hal ini serupa dengan praktik puasa berselang, yang terbukti mampu menyeimbangkan kadar hormon, mencegah tekanan oksidatif, dan mengurangi keseluruhan peradangan.

3. Tidak pemarah

Dari Abu Hurairah ra bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, “Berilah aku wasiat,” Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhâri)

Perkataan jangan marah, diulangi sampai tiga kali. Hal ini menunjukkan hakikat kekuatan seseorang bukanlah terletak pada jasad, tetapi pada kebersihan jiwa. Tidak mudah marah terbukti menyehatkan tubuh.

4. Menjaga kebersihan

Rasulullah SAW senantiasa tampak bersih dan rapi. Setiap kamis atau jumat, beliau mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak serta memakai minyak wangi. Rasulullah SAW juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui bersiwak.

5. Menjaga Pola Makan

Di pagi hari, Rasulullah SAW membuka menu sarapannya dengan segelas air, dicampur sesendok madu. Pada dasarnya, madu bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir serta peradangan.

“Minuman yang paling disukai Rasulullah SAW adalah minuman manis yang dingin.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

Cara Rasulullah saat minum air yaitu dengan tidak minum air dalam satu kali napas, tetapi minum dalam dua atau tiga kali napas. Saat ini, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ketika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu singkat, mereka bisa mengalami pusing atau sakit kepala.

Hal itu diakibatkan karena ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah. Minum secara perlahan membantu menyerap cairan dan mendapatkan manfaat paling banyak.

Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah SAW senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Beliau pernah bersabda, “Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh beliau kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma.

Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah SAW selamat dari racun tersebut.

“Rasulullah saw bersabda, “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.” (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari `Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.

Pola makan yang dipraktikkan beliau terbukti secara ilmiah dapat mencegah timbulnya penyakit. Dalam konsep Islam, makanlah dengan seimbang yakni 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air atau cairan, dan 1/3 untuk bernapas.

6. Berolahraga

Rasulullah pun melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat tetapi juga kuat. Beliau pernah berlomba lari, bertanding gulat, juga memanah.

Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim).

Di dalam hadits lain juga dijelaskan, “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

Karena itu, beliau sangat menganjurkan dilakukannya latihan fisik dan memerintahkan para orang tua untuk mendorong aktivitas fisik bagi anak-anak mereka. Seperti halnya kegiatan berenang, menunggang kuda, dan memanah.

7. Bersosialisasi

Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

Kita semua mengetahui bahwa Rasulullah memiliki banyak sahabat dan senantiasa menjaga silaturahim dengan karib kerabat serta bertetangga dengan baik, bersosialisasi juga merupakan salah satu tips menjaga kesehatan ala Rasulullah yang patut kita tiru.

8. Berbekam

Said bin Jubir  berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.” (HR. Bukhori)