Sebagai seorang muslim yang beriman, tentu mitos tak boleh dipercaya. Sebab mitos adalah kabar yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan hanya berdasar pada kepercayaan turun-temurun. Mitos kesehatan saat hamil, misalnya, kadang membuat logika buyar.

1. Nanas, pisang, dan mentimun penyebab keputihan

Pada saat hamil, ibu akan mengalami mood swing atau perubahan emosi yang naik turun. Bahkan, sebagian ibu hamil lebih mudah sedih. Jika ibu tidak dapat mengontrol emosi, itu dapat berpengaruh pada janin di dalam perut.

Untuk mengantisipasi mood swing, ibu dapat mengonsumsi pisang 2 kali sehari. Pisang mengandung potasium yang dapat mengurangi kadar stres dan perasaan negatif yang muncul.

Dari hasil penelitian ahli kandungan, nanas dan mentimun tidak menyebabkan keputihan yang dapat menimbulkan kontraksi hamil. Keputihan disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, dan virus. Jadi, tiga macam buah ini boleh dikonsumsi ibu hamil.

2. Sebaiknya ibu hamil menghindari minum air es

Konon, ibu hamil yang rajin minum air es, bayinya akan lahir dengan bobot besar dan tubuh ibu pun akan cepat melar. Mitos ini tidak benar, karena air putih dingin tidak mengandung kalori.

Yang membuat bobot ibu cepat melar dan bayi lahir besar justru jika minum minuman dingin dengan pemanis seperti jus buah manis, milkshake, es teh manis, dan lain-lain. Daripada minum air dingin dengan pemanis yang tinggi kalori, akan lebih bermanfaat jika mengkonsumsi air kelapa hijau, jus buah tanpa gula, atau membuat infused water.

3. Minum susu kedelai, membuat bayi lelaki bertingkah kemayu

Bagi ibu hamil yang alergi laktosa, dapat mengonsumsi susu kedelai untuk sumber kalsium. Dari berbagai penelitian, diketahui susu kedelai mengandung fitoestrogen yang sangat berguna dalam penyerapan kalsium saat hamil.

Mitos yang beredar, jika ibu hamil mengandung janin laki-laki dan minum susu kedelai, bayinya akan tumbuh kemayu.

Ibu hamil tetap boleh minum susu kedelai asalkan tidak berlebihan, karena fitoestrogen pada kedelai ini memang berpengaruh pada penurunan kadar testosteron pada laki-laki. Jika hormon testosteron rendah, dapat mengganggu pada perkembangan testis dan penis si kecil.

4. Ibu hamil dilarang makan seafood

Mitos ini tidak sepenuhnya salah. Ibu hamil memang dilarang makan seafood mentah berupa sushi atau sashimi. Ikan mentah mengandung cacing parasit yang dapat menyebabkan infeksi pada ibu hamil. Kandungan merkuri yang tinggi pada beberapa jenis ikan laut juga dapat merusak perkembangan sistem saraf pusat pada janin. Misalnya, ikan hiu, ikan todak, ikan marlin.

Untuk jenis seafood yang lain, Ibu hamil justru sangat dianjurkan mengonsumsi sebanyak 2 hingga 3 porsi ikan dalam seminggu. Ikan laut mengandung tinggi protein, mineral, omega 3, dan lemak tak jenuh. Nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh ibu dan janin.

Agar penyajian seafood tidak membosankan, Bunda dapat berkreasi dengan menu-menu sehat dan lezat yang banyak ditemukan di sosial media. Misalnya, Senin membuat sup ikan kakap, Rabu membuat udang goreng tepung, dan saat akhir pekan membuat salmon teriyaki.

Yang terpenting pada saat penyajian seafood, Bunda harus memasaknya hingga matang agar aman dikonsumsi.

5. Proses persalinan lama? Minum minyak kelapa atau rendaman rumput fatimah

Minyak kelapa yang licin dipercaya dapat melancarkan proses persalinan yang membutuhkan waktu lama. Padahal, minyak kelapa setelah diminum masuk ke saluran pencernaan (usus). Jadi, tidak ada pengaruhnya bakal melicinkan area jalan lahir.

Sama halnya dengan minum air rendaman rumput fatimah. Zat oksitoksin yang terdapat pada tanaman semak yang berasal dari Arab ini mampu merangsang kontraksi rahim. Faktanya, jika salah dalam takaran dan cara minum rumput fatimah, justru akan mengakibatkan pendarahan hebat.

Referensi: ayahbunda.com