Buka dunia anak

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sering bersikap aneh, tantrum, dll yang kadang terjadi secara tiba-tiba. Maka ia perlu digendong ketika diajak keluar rumah, berada di bawah pengawasan orangtua/dewasa. Menyembunyikan ABK dari lingkungan sosial yang lebih luas hanya akan menjadikan mereka sebagai objek penderita.

Anak dengan ketidakmampuan belajar biasanya tidak bisa bermain bersama dengan temannya. Mereka tidak bisa membaca ekspresi wajah, gerak tubuh maupun nada bicara. Orangtua bertugas untuk mengajarkan hal-hal umum yang tidak bisa ABK lakukan.

Orangtua harus mengajarkan anak bersosialisasi dengan sekitar, mulai dari orang terdekat, saudara atau tetangga. Orangtua bisa memulainya dengan mengajarkan anak apa yang tepat dan tidak tepat untuk dikatakan serta melatih mereka melalui situasi sosial yang umum sampai mereka bisa mengembangkan kesesuaian interaksi antar individu.

Tumbuhkan rasa percaya diri

ABK sering merasa dirinya paling buruk dan  tidak percaya diri. Orangtua harus banyak memberikan pujian dan komentar positif kepada anak mulai dari hal terkecil yang bisa dilakukannya. Dengan begitu, orangtua membantu anaknya untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan sebagai bentuk dukungan orangtua  terhadap sesuatu yang disukai anak.

Ajari anak berkomunikasi secara sederhana

Sebaiknya orangtua membatasi jumlah kata yang digunakan dalam berkomunikas kepada anak, menggunakan bentuk kalimat ysederhana, memecah serangkaian kegiatan menjadi bagian-bagian kecil, menggunakan teknik berbicara singkat, padat, jelas, dan sederhana. Tataplah mata anak dengan lembut saat berbicara.

Jangan terlalu berlebihan memperhatikan ABK jika ia memiliki kakak atau adik. Perlakukan seluruh anak dengan adil agar tidak muncul kecemburuan.

Kenalkan anak kepada Sang Khalik

Sebagai muslim, orangtua wajib mengenalkan anak dengan Allah SWT. Orangtua dapat menjadi role model bagi anak dengan memberikan teladan akhlak dan perilaku terbaik dalam aktivitas sehari-hari.

Kenalkan Allah SWT melalui alam sekitar yang merupakan hasil ciptaanNya, perdengarkan ayat suci dan ajari cara membaca Al qur’an. Biasakan anak mengamalkan doa-doa harian, dan kegiatan-kegiatan spiritual lainnya yang membuat anak semakin kenal dan cinta kepada Allah SWT.

Tempatkan anak pada lingkungan yang baik

Ketika memasuki usia sekolah, sebaiknya orangtua mencarikan sekolah yang dapat menerima, melayani, dan mengakomodas sesuai dengan kemampuan dan potensi anak. Sekolah yang menerapkan sistem inklusi cocok bagi ABK.

Selanjutnya ketika telah memasuki usia remaja, sebaiknya beri keterampilan khusus yang disesuaikan dengan kemampuannya agar dapat menunjang kehidupannya kelak. Ketika dewasa, maka mereka akan mandiri secara relligi, ekonomi, dan sosial.

Isi waktu anak dengan kegiatan bermanfaat.

Libatkan anak dalam merencanakan aktivitas dan menjalankan rutinitasnya. Sejak dini, anak sudah diajarkan untuk memanfaatkan dan menghargai waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Hal ini dapat membantunya belajar mengatur waktu, membuat ia merasa  berguna, dan menjadikannya lebih aktif.

Ajari anak aturan dan konsekuensinya

Dalam kehidupan sehari-hari, anak akan menemui berbagai peraturan. Mulailah mengenalkan dan menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kegiatan sehari-hari serta jelaskan konsekuensinya.

Tentukan frame masa depan bagi anak

Orangtua dapat mendorong, memfasilitasi dan membantu anak merencanakan masa depannya agar lebih mandiri dan berkarakter. Percaya diri, mampu memberdayakan diri sendiri, dan menjadi pribadi yang takut pada Allah SWT.

Selalu mendoakan anak di waktu, tempat, dan kondisi terbaik

Selain penanganan medis dan kesiapan keluarga dalam menerima anak berkebutuhan khusus, faktor doa adalah kekuatan tersendiri yang mampu memberikan dukungan spiritual dan moral yang akan menjadikan orangtua lebih tenang dan pasrah.

Sediakan me time untuk ayah dan ibu

Menjalankan peran orangtua dengan anak berkebutuhan khusus tidaklah mudah, penuh tantangan, dan melelahkan. Tak ada salahnya, ayah atau ibu menyisihkan waktu untuk diri sendiri agar dapat istirahat sejenak dari aktvitas keseharian menangani buah hati yang spesial.

Orangtua dengan anak berkebutuhan khusus harus ikhlas, tidak berkecil hati, dan sabar dalam mengasuh, membimbing serta mendidik mereka. Allah SWT Maha Mengetahui dan tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Tantangan terbesar orangtua dengan anak berkebutuhan khusus adalah mendidik mereka menjadi generasi kuat, berbakat, berprestasi, mandiri, dan bermakna dalam hidupnya.

Dengan tekad kuat dan semangat, doa ayah bunda serta keyakinan kepada Allah Swt sajalah tantangan itu dapat diatasi. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS Al Insyirah: 4 dan 6)

Wallahu A’lam Bi-Alshawab