Biasanya, menjelang beberapa hari sebelum Idul Adha dilaksanakan, sudah banyak ditemukan di berbagai sudut jalanan di Indonesia para pedagang ternak sapi atau kambing untuk dikurbankan.

Umumnya, anak-anak memaknai hari ini sangat sederhana, yakni hari di mana banyak kambing dan sapi dipotong di lapangan masjid dan kemudian dagingnya dibagikan kepada orang-orang.

Sebagai orangtua sudah sepatutnya mengajarkan nilai-nilai penting dari ibadah berqurban. Tak hanya memberitahunya tentang kegiatan memotong hewan ternak, namun makna sebenarnya dari kurban. Pengajaran tentang bertaqa pada Allah sejak dini akan membuatnya menjadi pribadi yang soleh/solehah kelak.

1. Ceritakan Tentang Kisah Nabi

Anak-anak mempunyai ingatan yang tajam sehingga apa saja yang diajarkan akan selalu meresap dan masuk dalam otak mereka. Biasanya, anak-anak juga mempunyai rasa ingn tahu yang menggebu.

Misalnya, menanyakan mengapa hewan yang bisa dikurbankan hanya sapi dan kambing? Inilah saatnya untuk menceritakan tentang kisah nabi ibrahim dan ismail.

Beri penjelasan pada anak bahwa terjadinya hari raya kurban diawali oleh nabi tersebut. Anak-anak sungguh senang dengan cerita yang berkaitan dengan kebaikan. Jadi Ayah/Bunda bisa menceritakan kisah nabi, agar anak lebih memahami ajaran agama dan kebaikan didalam islam.

2. Ungkapan Rasa Syukur Kepada Sang Pencipta

Jangan lupa untuk selalu mengajarkan anak mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta. Katakan kepada mereka bahwa setiap apa yang ada dibumi ini milik Allah, dan dari-Nya lah rizki dan kenikmatan itu datang.

Sebab rizki dan nikmat itulah yang mendorong orang-orang yang mampu untuk berkurban. Dengan ajaran yang seperti itu sejak dini kepada anak, maka orangtua akan melihat anak tumbuh dengan pemahaman rasa syukur yang dalam.

3. Memahami Tujuan Hidup

Filosofi berkurban adalah sebagai bukti kepasrahan dan keihlasan untuk menjalankan perintah Allah. Momen berkurban dapat mengajarkan pada anak untuk percaya dan memahami tujuan hidup beribadah pada Allah.

Selain itu mengajari tanggung jawab atas harta yang dimiliki merupakan harta orang lain yang sebenarnya dititipkan Sang Pencipta pada manusia. Hal penting ini bisa diajarkan pada anak agar anak-anak tidak sombong atas harta yang dimilikinya.

4. Segala Sesuatu yang Ingin Dicapai Butuh Pengorbanan

Berkurban dapat memperkenalkan pada anak-anak tentang arti penting sebuah pengorbanan untuk mencapai sesuatu. Dengan begitu, anak-anak menyadari tidak ada sesuatu yang bisa didapat dengan instan di dunia ini.

Sehingga pada suatu titik anak perlu melakukan pengorbanan untuk mencapai tujuan yang ingin diraihnya. Hal ini penting untuk diajarkan pada anak agar ia kelak tidak menjadi anak yang manja.

Sebagai orang tua, Ayah/Bunda bisa mengajarkan pada anak dalam kehidupan sehari-hari. Ajak anak saat membeli hewan kurban. Jelaskan bahwa untuk membeli hewan untuk dikurbankan pada Idul Adha, orangtua harus bersabar dan berusaha keras mengumpulkan uang yang cukup.

5. Kepedulian Sosial  

Berkurban merupakan perwujudan kepeddulian terhadap sosial terhadap sesama. Nilai ini sangat penting untuk diajarkan pada anak-anak di tengah gemparan media sosial dimana interaksi sosial di dunia nyata jarang terjadi bahkan tidak ada sehingga mengakibatkan anak tidak lagi peduli dengan manusia lainnya. Padahal kehidupan sosial sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kurban bisa meluaskan pandangan anak tentang lingkungan sekitar. Ajak anak-anak untuk melihat bahwa masih banyak orang yang tidak beruntung di dunia untuk bisa berkurban.

Menimbulkan kesadaran anak akan pentingnya sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari dapat mengajarkan pentingnya untuk berbagi. Manfaatkan momen kurban agar anak-anak lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya.

6. Membahagiakan Orang Lain

Kurban memiliki banyak keutamaan yang sangat baik bila diajarkan pada anak-anak sejak usianya masih kecil. Salah satu keutamaan yang bisa diajarkan adalah dapat membahagiakan mustahiq atau orang-orang yang berhak untuk menerima daging hewan kurban yang telah disembelih.

Selain itu, kurban juga dapat membahagiakan panitia kurban, tukang potong hewan, penjual hewan kurban, dan membahagiakan diri sendiri karena akan mendapat pahala dan ridha dari Allah Yang Maha Esa.

Berkurban memiliki dampak positif bagi kehidupan sehari-hari. Jika diajarkan dengan benar pada anak-anak maka ia pun akan tumbuh dengan rasa selalu ingin membuat bahagia orang-orang di sekitarnya.