Salah satu penyebab masalah gizi adalah rendahnya asupan makanan bergizi yang seimbang. Data Global Nutrition Report 2016 mencatat Indonesia dalam lima besar negara dengan masalah kekurangan gizi kronis. Menyikapi kondisi tersebut, sebanyak 68 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dibekali pelatihan tentang gizi.

Pelatihan dari Danone Indonesia yang bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Yasmina Foundation yang bertajuk “Edukasi Isi Piringku”, Guru PAUD dari 20 lembaga pendidikan anak usia dini dibekali pengetahuan tentang gizi, di Jalan Johar raya Nomor 38, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Health and Nutrition Manager Sustainable Development, Danone Indonesia, Alwan Bukhori mengatakan, asupam gizi seimbang penting bagi anak-anak usia 4 sampai 6 tahun. Selain itu, permasalahan stunting dianggapnya harus segera diatasi.

“Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Asupan makan tidak sesuai kebutuhan gizi,” jelas Alwan.

Selain pertumbuhan terhambat, kata Alwan, stunting juga berpengaruh terhadap perkembangan otak yang tidak maksimal. Jika hal tersebut terjadi, kemampuan mental dan belajar akan sangat kurang serta prestasi sekolah menurun.

Di tempat yang sama, Direktur Yasmina Foundation, Iis Istiqamah menjelaskan, program gizi ini menjadi sangat penting untuk diikuti agar maslaah stunting dapat terselesaikan oleh edukasi cukup kepada para guru.

“Mudah-mudahan kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dapat berjalan lancar dan ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, berdasarkan data Rikesdas 2013, masih banyak anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi kronis. Hal itu ditandai dengan tingginya prevalensi stunting pada anak usia 1-5 tahun sebesar 37% diikuti prevalensi obesitas semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Kondisi ini, jelas Iis, sesuai dengan data Global Nutrition Report 2016, Indonesia termasuk di dalam lima besar negara dengan masalah kekurangan gizi kronis dengan tingkat 36,4%. Hal ini mengancam potensi kualitas manusia Indonesia pada masa datang dengan kecenderungan meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung koroner maupuĀ  diabetes.

Salah satu penyebab masalah gizi, menurutnya, adalah rendahnya praktik makan dan minum yang baik seperti rendahnya asupan makanan yang bergizi seimbang. Bahkan, hanya 10% orang Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayur, di samping rendahnya konsumsi sumber protein yang baik seperti ikan.

Prihatin terhadap kondisi tersebut, Danone Indonesia terdiri dari Sarihusada, Nutricia, dan Danone Aqua meluncurkan gerakan Edukasi Isi Piringku yang didukung oleh Fakultas Ekologi Manusia IPB serta LSM sebagai mitra pelaksana program.

Melalui gerakan edukasi ini, sambung Iis, Danone Indonesia ingin meningkatkan kapasitas guru PAUD agar mampu mengedukasi para ibu tentang panduan makan sekali saji untuk anak usia 4-6 tahun.

“Panduan ini memungkinkan ibu untuk menyajikan menu yang tepat dengan kebutuhan anak usia prasekolah yang masih membutuhkan asupan makanan dan gizi dalam jenis dan jumlah cukup,” jelasnya.

Dipublikasikan oleh Radar Bogor: Jumat, 19 Januari 2018 | 2 Jumadil Awal 1439 H