Jika sebelumnya Yasmina sudah berbagi tips puasa untuk BUMIL, sekarang Yasmina mau berbagi tips puasa untuk BUSUI atau Ibu Menyusui…

Menyusui menjadi kewajiban bagi seorang ibu. Melalui ASI bayi akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, terlebih lagi jika usia bayi masih di bawah 6 bulan karena pada saat itu bayi belum menerima makanan pendamping ASI (MPASI).

Menyusui merupakan proses penting yang tidak bisa ditinggalkan oleh ibu untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya. Seorang ibu tentu akan berusaha untuk memberikan ASI yang cukup dan berkualitas untuk bayinya. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi dan kualitas ASI yaitu dengan mengonsumsi makanan bernutrisi.

Memasuki bulan Ramadhan, dimana semua umat Islam menjalankan ibadah puasa, anda yang menyusui mungkin ragu untuk menjalankannya. Namun, di sisi lain anda ingin ikut berpuasa namun juga khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI untuk buah hati.
Ibu menyusui sebenarnya boleh-boleh saja menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Seperti yang kita ketahui, menjalankan puasa Ramadhan hukumnya wajib untuk setiap muslim. Namun sama halnya dengan wanita yang sedang hamil, agama Islam memberikan kelonggaran juga untuk ibu menyusui. Ibu menyusui boleh tidak berpuasa dengan menggantinya di lain waktu atau diganti dengan membayar fidyah.

Meskipun demikian, jika kondisi tubuh ibu sehat dan merasa kuat menjalankan puasa, ibu menyusui diperbolehkan menjalankan puasa. Berpuasa dalam jangka waktu yang pendek tidak akan menyebabkan produksi ASI terpengaruh. Anda dapat menyusui bayi seperti pada hari-hari biasa.

Tubuh anda tetap akan memproduksi ASI dengan kualitas dan jumlah yang sama seperti hari-hari biasa anda tidak menjalankan puasa. Namun, meskipun begitu anda juga harus mempertimbangkan usia si kecil sebelum memutuskan untuk menjalankan puasa. Bayi di bawah 6 bulan masih mendapatkan ASI eksklusif dan kebutuhannya berbeda dengan bayi berusia 1 tahun yang sudah diberikan makanan pendamping ASI. Sehingga sangat dianjurkan untuk para ibu yang masih menyusui ekslusif atau usia bayi kurang dari 6 bulan untuk menunda puasa. Pada masa menyusui eksklusif ASI menjadi satu-satunya asupan yang didapatkan bayi. Di masa ini tubuh ibu bekerja terus menerus supaya dapat memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap.

Penelitian menunjukan bahwa menjalankan puasa selama jangka waktu tertentu tidak akan mempengaruhi atau mengurangi produksi ASI. ASI tetap akan dihasilkan oleh tubuh ibu dalam jumlah yang sama meskipun ibu sedang menjalankan puasa. Gizi yang terkandung di dalam ASI mungkin akan mengalami perubahan sedikit, hanya saja tidak terlalu signifikan. Ketika menjalankan ibadah puasa, pola metabolisme akan disesuaikan oleh tubuh ibu sehingga ASI tetap dapat diproduksi dengan kualitas terbaik.

Oleh karena itu, anda jangan merasa khawatir karena tubuh anda tetap bisa memproduksi ASI yang bergizi untuk buah hati tercinta. Selain itu, anda juga jangan khawatir berat badan bayi turun saat anda menjalankan puasa. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa puasa sambil menyusui tidak akan berdampak negatif terhadap berat badan atau pertumbuhan bayi. Meskipun ibu sedang berpuasa, bukan berarti anda boleh bermalas-malasan menyusui bayi anda. Si kecil harus tetap menyusui dengan baik. Jika bayi anda menyusui dengan sering maka kebutuhannya akan tercukupi. Selain itu, produksi ASI anda akan semakin lancar.

Amankan Ibu Berpuasa Sambil Menyusui? Bolehkah ibu menyusui berpuasa ramadhan. Jika untuk bayi aman, maka begitupun dengan ibu. Tubuh anda akan dapat beradaptasi dengan kondisi saat berpuasa. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu anda tetap memilih asupan makanan yang sehat dan mengandung gizi seimbang saat sahur atau ketika berbuka puasa. Perlu anda ketahui, salah memilih menu akan menyebabkan masalah kesehatan dikemudian hari. Selain itu, hal lainnya yang harus anda perhatikan ketika menyusui sambil menjalankan puasa yaitu masalah dehidrasi. Dehidrasi menjadi ancaman untuk ibu menyusui yang berpuasa. Dehidrasi itu sendiri merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan.

Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan jumlah yang ditentukan, yakni 2 liter perhari. Karena tentunya anda tidak bisa minum langsung sebanyak itu, anda dapat membaginya dalam beberapa waktu. Seperti misalkan, 1 liter saat sedang sahur dan 1 liter setelah anda berbuka puasa. Namun, jika saat berpuasa anda mengalami beberapa tanda dehidrasi, sebaiknya jangan paksakan diri untuk meneruskan puasa.

Berikut ini, tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai:

  1. Ibu merasa sangat kehausan
  2. Urine berubah warna menjadi kuning cenderung gelap
  3. Merasa lemas Bibir pecah-pecah
  4. Merasakan pusing dan ingin pingsan
Beberapa hal yang penting diperhatikan seperti berikut ini:
  1.  Anda harus memastikan kondisi tubuh anda dalam keadaan sehat.

Jangan paksakan diri anda untuk ikut berpuasa apabila memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes atau masalah hormonal yang lainnya. Sebab kondisi tersebut akan dapat mempengaruhi produksi ASI. Apabila anda mengalami kondisi tersebut, alangkah lebih baik jika anda melakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui apakah kondisi anda aman untuk menjalankan puasa atau tidak.

  1. Anda juga harus memperhatikan usia dan kondisi kesehatan bayi anda.

Apabila si kecil berusia di bawah 6 bulan sebaiknya anda menunda puasa terlebih dahulu.

  1. Anda harus memperhatikan waktu istirahat

Sebagai seorang ibu rumah tangga anda mungkin memiliki segudang kegiatan. Mengurus rumah, mengurus suami dan mengurus anak. Semua kegiatan itu tentu akan menguras tenaga anda. Selama menyusui sambil berpuasa, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. Memenuhi waktu istirahat harus dilakukan supaya tubuh anda tetap sehat, bugar dan terhindari dari kondisi lemas. Anda bisa mencuri waktu untuk beristirahat saat siang hari. Tidur disiang hari akan membantu anda untuk menghemat energi. Hindari melakukan aktivitas di luar ruangan saat cuaca sedang panas.

Berbagi Tugas dengan Suami Setelah menjadi seorang ibu, anda mungkin akan cukup sulit dalam membagi waktu antara pekerjaan rumah, mengurus buah hati dan lain sebagainya. Meskipun begitu, anda tetap harus meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak demi kelancaran ASI. Perlu anda ketahui, kondisi tubuh yang lelah bisa menjadi faktor yang mempengaruhi produksi ASI, terlebih lagi jika ibu sedang menjalankan puasa. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika anda berbagi tugas dengan suami atau orang terdekat anda. Anda dapat meminta tolong untuk melakukan pekerjaan rumah atau menjaga si kecil ketika anda sedang beristirahat.

  1. Anda harus memastikan asupan kalori terpenuhi dengan baik

Sebaiknya hindari konsumsi makanan pedas, makanan dingin dan makanan yang terlalu panas untuk menjaga sistem pencernaan. Untuk jumlah kalori, selama puasa anda harus dalam sehari memenuhi minimal 1.800 kalori supaya tubuh tetap mendapatkan nutrisi dan energi yang diperlukan untuk menghasilkan ASI.

  1. Tetap Berikan ASI Pada Bayi

Memberikan ASI pada bayi saat anda sedang berpuasa tidak akan mengurangi produksi ASI. Semakin anda sering menyusui bayi anda, maka ASI yang akan dihasilkan oleh tubuh anda akan semakin banyak. Isapan bayi pada payudara menjadi salah satu rangsangan supaya produksi ASI lancar. Oleh karena itu, anda jangan khawatir produksi ASI akan semakin sedikit.

Hindari Stres Keadaan mental ibu tentu akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh ibu. Oleh karena itu, hindari stres saat menjalankan puasa sambil menyusui. Anda harus tetap berpikir positif, sebab stres yang anda alami dapat mempengaruhi produksi ASI. Stres akan dapat mempengaruhi hormon oksitosin, hormon yang memiliki peran dalam merangsang keluarnya ASI. Hormon ini dipengaruhi oleh keadaan hati ibu. Apabila ibu stres, ASI tidak akan dapat keluar dengan lancar karena hormon oksitosin terhambat.

  1. Pastikan anda mencukupi nutrisi yang dibutuhkan.

Makanan yang anda konsumsi seharusnya tidak hanya mengenyangkan, namun juga sehat dan bernutrisi. Saat berbuka dan sahur, anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, buah-buahan dan sayuran. Makanan yang anda konsumsi harus mengandung nutrisi seimbang yang dibutuhkan. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran karena mengandung mineral dan vitamin yang tubuh perlukan.

Berdasarkan penelitian, beberapa kandungan nutrisi pada ASI mengalami penurunan. Kandungan nutrisi yang dimaksud di antaranya yaitu magnesium, zink dan kalium. Oleh karena itu, anda harus mengonsumsi makanan yang mengandung zink, kalium dan magnesium. Makanan yang mengandung zink di antaranya yaitu daging, gandum dan kerang.

Makanan yang mengandung kalium di antaranya apukat, pisang, kentang, tomat, ubi dan ikan. Sedangkan makanan yang mengandung magnesium yaitu kacang-kacangan, alpukat, tempe, tahu, sayuran dan ikan.

Makan kurma saat berbuka dapat mengembalikan gula darah ibu menyusui dan memperbanyak produksi ASI

  1. Memenuhi Kebutuhan Cairan

Tidak hanya harus memperhatikan asupan makanan saja, anda juga harus memperhatikan kebutuhan cairan yang diperlukan tubuh. Ini dilakukan supaya tubuh anda dapat terhindar dari masalah dehidrasi atau kekurangan cairan.

Dehidrasi yang dialami ibu menyusui tentunya akan mempengaruhi produksi ASI. Anda harus mencukupi kebutuhan cairan perharinya. Pastikan anda minum 8 gelas air putih sehari. Namun, untuk memenuhi kebutuhan cairan anda, mungkin dibutuhkan lebih banyak lagi cairan.

  1. Mengurangi Konsumsi Makanan Olahan

Karena malas menyajikan makanan untuk sahur, biasanya banyak ibu rumah tangga yang memilih menu alternatif yakni makanan olahan. Makanan olahan memang praktis, namun tidak baik untuk kulitas ASI.  Makanan olahan yang mengandung bahan kimia berupa MSG dan pengawet akan dapat mempengaruhi kualitas ASI. Oleh karena itu, penting mengkonsumsi makanan sehat dan bernutrisi saat sahur.

Demikian beberapa tips berpuasa yang bisa disajikan, tetap semangat menjalankan ibadah puasa.

/IY

Referensi : https://bidanku.com/ibu-menyusui-berpuasa | Bidanku.com