The Seven Habits berisi tujuh prinsip yang bila diterapkan sebagai kebiasaan hidup akan menuntun seseorang mencapai efektivitas sejati.

1. Be Proactive (Bersikap Proaktif)

Dalam menghadapi suatu masalah, kita bisa memilih untuk bersikap reaktif atau proaktif. Bila kita cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan yang sulit, maka kita bersikap reaktif.

Sementara itu, proaktif adalah sikap bertanggung jawab atas setiap aspek dalam kehidupan kita yang selanjutnya membuat kita mengambil inisiatif dan tindak an.

Intinya, dengan bersikap proaktif, kita tidak membiarkan diri kita terhanyut oleh keadaan, tapi justru berusaha mengendalikan keadaan.

Dalam konsep stimulus dan respons, keadaan adalah stimulus yang tidak dapat dikendalikan, tapi manusia mempunyai daya untuk memilih respons apa yang akan dia ambil.

2. Begin with the End in Mind (Memulai dengan tujuan di pikiran)

Banyak orang memiliki cita-cita, tapi sedikit yang mampu memvisualisasikannya dalam suatu per nyataan. Dengan membuat pernyataan misi pribadiĀ, kita dibantu berkonsentrasi dan mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensi apa yang akan dihadapi sebelum bertindak.

3. Put First Things First (Dahulukan yang Utama)

Kita harus mempunyai skala prioritas untuk tujuan-tujuan jangka pendek dengan tidak melupakan tugas-tugas yang walaupun terlihat tidak mendesak tapi penting.

Dengan sempitnya waktu, seorang pemimpin harus mampu mendelegasikan sebagian tugasnya. Pendelegasian akan efektif bila sejak awal ada kesepakatan hasil yang ingin dituju, bukan semata rincian rencana kerja dari atas.

4. Think Win/Win (Berpikir Menang/Menang)

Bila kita terbiasa memikirkan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua belah pihak, kita dapat meningkatkan hubungan kerja sama yang lebih efektif dalam mencapai tujuan.

5. Seek First to Understand, Then to be Understood (Mengerti Dulu, Baru Dimengerti)

Bila memberi suatu nasihat tanpa berempati atau tanpa memahami situasi orang tersebut, kemungkinan besar nasihat itu akan ditolak atau tidak berguna. Maka, biasakan untuk “paham dulu baru bicara” agar komunikasi berjalan dengan efektif.

6. Synergize (Sinergi)

Berusahalah untuk mencapai sinergi positif bila bekerja dalam tim. Intinya, perbedaan nilai-nilai yang ada harus dihormati, dibangun kekuatannya, dan dikompensasi kelemahannya.

Galilah potensi dan kontribusi setiap anggota tim. Jika sinergi dapat dicapai, hasil satu tim lebih besar daripada hasil anggota bila bekerja sendiri-sendiri.

7. Sharpen the Saw (Pertajam Gergaji)

Kebiasaan ini berfokus pada pembaruan diri secara mental, fisik, emosional/sosial, dan spiritual yang seimbang. Untuk dapat terus produktif, seseorang juga harus menyegarkan diri dengan memiliki aktivitas rekreasi.