Sebagai perempuan, tentu menggunakan kosmetik menjadi hal lazim. Namun, perlu diperhatikan pula kandungan dalam setiap produk yang dipakai, mengingat dewasa ini banyak sekali kosmetik diproduksi tanpa melalui proses kehati-hatian pada pemilihan bahan bakunya.

Maka penting bagi kita sebagai wanita untuk mengecek komposisi bahan baku pada kemasan kosmetik, khususnya bila pengguna kosmetik adalah ibu hamil dan menyusui.

Berikut daftar 15 zat berbahaya pada kosmetik yang harus dihindari selama hamil hingga proses menyusui;

1. Aluminum chloride hexahydrate

Ditemukan pada produk-produk yang mengandung antiperspirant, yang berguna untuk mengurangi produksi keringat. Biasanya terdapat pada pewangi ketiak, roll on maupun spray. Penggunaan antiperspirant pada Ibu hamil dapat membahayakan janin.

2. Beta hydroxy acids

Nama lainnya salicylic acid, 3-hydroxypropionic acid, trethocanic acid dan tropic acid. Terdapat pada produk peeling, toner, pelembab wajah, tabir surya dan cleanser. Tentu, Bunda sudah akrab dengan produk-produk tersebut sebelum hamil.

Penggunaan beta hydroxy acids selama kehamilan dapat menyebabkan cacat janin dan pendarahan saat hamil. Untuk membersihkan wajah, gunakan facial wash dengan bahan yang aman.

3. Butylated Hydroxytoluene (BHT)

Ditemukan pada krim malam dan produk-produk yang mengandung vitamin E. Hindari penggunaan BHT selama hamil agar tidak membahayakan janin Bunda.

4. Chemical sunscreens

Pemakaian chemical sunscreens sangat tidak direkomendasikan selama hamil. Sebaiknya, gunakan physical sunscreen yang mengandung bahan mineral aktif, seperti titanium dioksida atau seng oksida, yang terutama bekerja pada lapisan paling atas pada kulit.

5. Diazolidinyl Urea

Beberapa perempuan merasa kurang komplit jika keluar rumah tanpa mengoleskan maskara. Sayangnya, produk maskara mengandung diazolidinyl urea yang berbahaya bagi Bunda saat menjalani kehamilan.

6. Dihydroxyacetone (DHA)

Banyak ditemukan pada produk untuk tanning kulit. Selama 9 bulan kehamilan, sebaiknya tunda dulu untuk men-tanning kulit.

7. Diethanolamine (DEA)

Ditemukan pada produk yang menghasilkan busa dan bertekstur halus. Nama lainnya yaitu diethanolamine, lauramide, cocamide atau oleamide.

8. Formaldehyde

Bagi yang biasa meluruskan rambut di salon kecantikan, perlu mewaspadai Formalydehyde. Zat ini biasa digunakan untuk zat pengawet produk-produk kecantikan, sabun, losion dan cat kuku. Formaldehyde  bersifat karsinogenik.

9. Petroleum Jelly

Terdapat pada produk untuk menghilangkan strech-mark pada kulit. Nama lainnya yaitu mineral oil atau parafin oil. Perbanyak air minum dan gunakan bahan-bahan tradisional yang aman agar kulit terhindar dari strech-mark.

10. Paraben

Nama lainnya yaitu methylparaben, ethylparaben, propylparaben, butylparaben, atau isobutylparaben. Zat ini pencetus kanker dan dapat mengganggu sistem reproduksi selama hamil.

11. Retinoids

Dikenal juga dengan nama retinoic acid, retinyl palmitate, retinaldehyde, adapalene, tretinoin, tazarotene, and isotretinoin. Zat ini masuk kategori C atau baru diuji coba dan diketahui efeknya pada hewan.

Retinoids digunakan pada produk penghilang jerawat, pengurang kerutan serta penghalus kulit. Pemakaian pada Ibu hamil menyebabkan cacat janin.

12. Sulphates

Produsen menggunakan sulphates sebagai salah satu bahan untuk pasta gigi, sabun dan shampoo. Zat ini dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan cacat lahir.

13. Thioglycolic acid

Nama lainnya acetyl mercaptan, mercaptoacetate, mercaptoacetic acid dan thiovanic acid. Biasa terdapat pada produk penghilang cat rambut.

Di Eropa, ada peraturan untuk membatasi jumlah pemakaian thioglycolic acid pada produk hingga 5%. Sementara, di Amerika Serikat, diperbolehkan produk-produk yang mengandung thioglycolic acid sebanyak 15,2%.

Referensi: ayahbunda.com