Gawai bukan lagiĀ  barang mewah. Benda tersebut sudah menjadi bagian dari hidup dan rutinitas manusia. Dari dewasa sampai bayi yang baru bisa duduk, sudah akrab denfan gawai.

Gawai mempermudah semua kalangan untuk melakukan berbagai macam aktivitas; pesan ojek daring, membeli makanan, bayar tagihan, hingga kompetisi media sosial. Namun, ternyata, kemudahan bisa menimbulkan dampak buruk.

1. Gawai setiap waktu alias tidak bisa lepas dari gawai

Jika sudah menemukan keasyikan ketika bermain gawai, biasanya seseorang akan menjadi lupa waktu dan bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk melihat media sosial atau bermain permainan hiburan.

2. Mengabaikan orang-orang di sekitar.

Orang yang sudah fokus pada gawai, maka dirinya akan tuli dan bisu mendadak karena semua konsentrasi panca indera berada di sana. Biasanya, penggunaan gawai lebih banyak tersita pada media sosial. Pada akhirnya, orang yang sudah kecanduan akan mulai malas dan sering menunda pekerjaan kantor atau rumah.

3. Sering update status tidak penting.

Selalu mengecek notifikasi jika membuat status. Status yang dibuat pun berisi curhatan tidak penting. Artinya, orang yang sudah kecanduan gawai tersebut minta diperhatikan/cari-cari perhatian.

4. Gelisah kalau tidak bawa gawai.

Orang yang sudah kecanduan, kalau berada jauh dari barang yang menjadi candunya maka akan merasa kesulitan melakukan sesuatu. Rasanya tidak nyaman beraktivitas karena seluruh sumber kekuatannya ada pada gawai tersebut.

5. Merasa gelisah jika tidak ada jaringan

Jika pergi ke suatu tempat, bukan tempat belanja atau arena bermain atau tempat makan/kuliner yang dicari, melainkan jaringan Wi-Fi. Mengapa? agar ketika di luar rumah pun tetap dapat berselancar tanpa menghabiskan kuota pribadi.