Banyak orangtua melarang anak-anaknya untuk bermain kotor-kotoran. Alasannya beragam, ada yang takut anaknya sakit, pakaiannya susah dicuci, dll. Padahal, anak-anak yang tidak bermain kotor-kotoran, sama artinya dengan anak tidak melakukan ‘pekerjaan’-nya.

Orangtua boleh sesekali memberi kesempatan kepada anak bermain kotor-kotoran. Baru setelah itu, pastikan anak mencuci tangan, kaki, dan tubuh. Pastikan pula anak dalam keadaan tidak sakit sebelum main kotor-kotoran.

Mengapa anak wajib bermain kotor-kotoran sejak usia dini?

  1. Saat besentuhan dengan kotoran, sistem imun anak akan merespons dengan membentuk antibodi, yang bisa menjaga sistem kekebalan tubuhnya ketika satu saat ia terpapar bakteri atau virus lagi.
  2. Mencegah anak bersentuhan dengan parasit, virus, dan bakteri malah akan meningkatkan risiko ia mengalami alergi, seperti asma.
  3. Bersentuhan dengan kuman di awal kehidupan anak, termasuk kotoran hewan, mengurangi risiko gangguan jantung di usia dewasa.
  4. Kotoran di kulit ternyata mengandung bakteri yang bisa membantu menyembuhkan luka iris dan tumit pecah-pecah.
  5. Bermain kotor-kotoran akan mengeluarkan serotin di dalam otak yang akan membuat perasaan relaks, meningkatkan mood, dan mengurangi kecemasan.

Sejumlah kuman yang berada di lingkungan sekitar dan yang hidup di tubuh kita tidak berbahaya. Mereka telah hidup bersama kita sejak berabad yang lalu.

Justru kuman memiliki peranan penting. Namun, karena kehidupan modern ini, kuman menjadi berubah atau justru musnah. Perubahan ini bisa membawa konskuensi baik maupun buruk.

Jangan terlalu steril

Memang, sikap hidup bersih telah membantu mengurangi risiko berbagai penyakit berbahaya. Namun, banyak penelitian yang sudah mengaitkan antara gaya hidup terlalu steril dengan berbagai macam masalah kesehatan di masa depan.

Para peneliti percaya, bahwa beberapa alergi dan penyakit autoimun juga bisa disebabkan akibat gaya hidup steril ini. Mereka percaya, bahwa mikroba yang ditemukan di tempat kotor seperti tanah bisa meningkatkan sistem imun.

Dr.Brett Finlay dalam catatannya di The Wall Street Journal mengatakan, terpapar beberapa jenis bakteri bisa membantu mencegah alergi dan penyakit metabolisme (seperti diabetes).

Bakteri, membantu mencerna beberapa makanan dan juga membantu memproduksi senyawa yang bisa membantu metabolisme tubuh atau membentuk energi dalam tubuh.

Yuk Ayah/Bunda, sesekali tidak apa-apa anak bermain kotor. Asal jangan dijadikan alasan untuk tidak menjaga kebersihan tubuh, ya! 😀