Jangan kira membesarkan anak terdengar sederhana. Pada praktiknya, orangtua perlu ilmu yang komprehensif sebagai modal besar dan utama dalam mendidik anak. Bekal yang perlu disiapkan tak hanya perihal pendidikan ruhani dan moral, tapi juga ilmu kesehatan.

Pasalnya, lingkungan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi hidup manusia. Lantas, sebagai orangtua apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatannya? Setidaknya, lakukan 5 cara berikut ini;

  1. Penuhi asupan nutrisinya

Pemberian asupan nutrisi yang tepat merupakan kunci menjaga kesehatan anak secara keseluruhan. Mengatur nutrisi dalam makanan sebenarnya tidak sulit. Anda bisa memulainya dengan menerapkan pola makan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak baik dari buah dan sayuran.

Ketika memasak di dapur, pilih metode memasak yang tidak menggunakan banyak minyak, seperti memanggang, menumis, dan mengukus. Kurangi konsumi gula dan garam yang berlebihan dan ganti menu camilan tidak sehat dengan semangkuk buah segar yang kaya akan vitamin.

Perhatikan porsi makan anak, sajikan makanan di piring yang lebih kecil untuk menjaga porsinya. Yang terpenting, wajibkan anak sarapan setiap hari dan jangan lewatkan makan siang maupun makan malam.

  1. Ajarkan untuk aktif bergerak

Jauhkan anak-anak dari TV dan gawai. Jika sudah kecanduan, anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan serial kartun favoritnya. Hal ini membuatnya menjadi malas bergerak, yang pada akhirnya  dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit.

Ada baiknya ajak anak untuk membiasakan aktif berolahraga sedari dini. Dengan bertambahnya usia, akan lebih sulit untuk membangun kebiasaan anak untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik.

Secara garis besar, olahraga dapat membantu berbagai jaringan tubuh untuk berkembang, dan melatih tubuh agar dapat berkoordinasi dengan baik. Dengan aktif bergerak, berbagai jaringan tulang, otot, dan persendian akan dapat menyerap nutrisi lebih baik sehingga dapat tumbuh menjadi lebih kuat.

  1. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri

Edukasi pengetahuan seksual yang diberikan sejak dini, akan mempermudah anak untuk  meningkatkan kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, juga penerimaan terhadap diri sendirinya secara positif.

Anda bisa memberikan penjelasan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti bahwa hanya mereka yang bisa menjaga tubuh mereka sendiri agar selalu sehat, bersih dan terjaga. Misalnya dengan mengajarkan ia cara membersihkan dan merawat area kelamin dengan baik dan benar.

Jika Anda berbicara tentang menjaga kesehatan diri dan kelamin, berarti Anda juga siap untuk membicarakan masa pubertas pada anak. Anak perempuan perlu tahu tentang perkembangan payudara dan menstruasi. Anak laki-laki pun perlu tahu tentang ereksi dan mimpi basah.

Jangan menganggap kedua hal tersebut tabu. Penting sekali untuk mengajarkan pendidikan seksual pada anak remaja Anda. Jika mereka tidak mendapatkan info dari Anda, mereka akan mendapatkan beberapa info tersebut dari sumber yang tidak jelas asalnya dan justru salah kaprah.

  1. Lakukan imunisasi

Vaksinasi atau imunisasi merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit tertentu yang berfungsi untuk memicu respon kekebalan tubuh anak. Sehingga, tubuh anak akan memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Nah, hal inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Di Indonesia, ada 5 jenis imunisasi wajib yang diberikan secara gratis di Posyandu sejak bayi lahir, yaitu hepatitis B, BCG, polio, campak, dan Pentavalen (DPT-HB-HiB). Saat ini pemerintah juga telah menerapkan vaksinasi MR (Campak dan Campak Jerman) mulai tahun 2017 sebagai imunisasi program.

Khusus vaksin pentavalen diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

Sedangkan jenis imunisasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah:

Vaksin flu, yang bisa dilakukan ketika anakberusia minimal 6 bulan dan diulang setiap tahun. Jenis imunisasi ini merupakan imunisasi yang aman diberikan pada semua anak dengan kondisinya yang berbeda-beda.

Vaksin HPV, sudah bisa diberikan ketika anak berusia 9 tahun. Vaksin ini diberikan untuk melindungi tubuh anak dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker  serviks, pre-kanker  anus, pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, dan penyakit kutil kelamin

Vaksin varisela, diberikan setelah anak berusia 12 bulan, paling baik diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari cacar air.

Vaksin pneumokokus (PCV), yang  diberikan mulai anak berusia 2 bulan (dosis pertama), kemudian dosis kedua pada usia 4 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6 bulan. Apabila diberikan pada anak usia 7-12 bulan, adalah sebanyak 2 kali dengan interval 2 bulan.Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh anak dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia.

  1. Pola hidup sesuai sunnah

Orangtua adalah teladan/contoh paling pertama bagi anak, maka biasakan hidup sehat agar menjadi karakter anak sejak kecil. Ketika dewasa dan berada di mana saja, anak akan melakukan hal serupa karena sudah terbiasa di rumah.

Terapkan hidup sehat secara menyeluruh. Jika Anda merokok, berhentilah merokok. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman beralkohol. Jadikan diri Anda sebagai panutan yang baik untuk anak-anak.

Pola hidup sehat adalah pola hidup sesuai sunnah. Sudah terbukti bahwa sejak membuka mata sampai menutup mata lagi dalam sehari, jika mengikuti apa yang Rasulullah lakukan akan berdampak sangat baik bagi kesehatan, apalagi bagi ruhiyah.