Gerakan Subuh Berjamaah atau GSB yang ramai digalakkan tahun lalu ternyata berhasil menggerakan semangat shalat berjamaah bagi bapak-bapak dan anak lelakinya di Masjid atau mushala.

Kuncinya lakukan pembiasaan dengan sewajarnya, jangan memaksa dan menyuruh. Berikan teladan. Tips GBS ini dapat dilakukan untuk anak mulai usia 4 tahun. Namun, Ayah/Bunda dapat mengkhususkan perlakuan kepada anak dengan usia yang memang diperintahkan untuk salat yakni 7 tahun.

Ajak Anak Tidur Lebih Awal

Biasakan anak-anak tidur tak terlalu malam (pukul 21.00 atau maksimal 21.30) setelah melewati aktivitas belajar atau bercengkerama dengan keluarga. Begadang atau terlalu malam tidur bisa membuat ia berat untuk bangun lebih awal yakni pukul 04.00

Jika anak benar-benar tak mau berangkat ke masjid, maka jangan dipaksa. Berikan alternatif dengan melaksanakan salat subuh di rumah bersama Bundanya atau saudara perempuannya. Hal terpenting saat sudah buka mata adalah jangan biarkan anak tertidur kembali, apalagi saat azan subuh sudah berkumandang.

Lakukan GSB Secara Bertahap

Pada tahap awal, lakukan percobaan setiap seminggu sekali, selama tiga bulan. Setelah itu, ditambahkan lagi intensitasnya menjadi 3 hari sekali. Biasakan selama tiga bulan juga. Lama kelamaan, anak akan melakukannya setiap hari karena sudah terbiasa dan dilakukan atas kesadaran dirinya sendiri.

Jika di kampung atau kompleks perumahan ada beberapa masjid, cobalah bergilir melakukan GSB agar lebih variatif, berkesan, dan tidak bosan.

Peran Ayah

Laki-laki diperintahkan shalat berjamaah di masjid. Ini artinya, Ayah memiliki peran penting untuk mengajak anak terutama anak lelakinya ke sana.

Tumbuhkan kedekatan secara psikologis antara Ayah dan anak sehingga anak akan dengan senang hati melakukannya tanpa perlu dipaksa. Bahkan boleh jadi menunggu-nunggu momen itu. Tak hanya ajakan salat subuh tapi juga salat lainnya.

Libatkan Teman-teman Bermain

Libatkan teman-teman bermainnya untuk melakukan salat berjamaah juga di masjid. Ajak mereka ramai-ramai berangkat ke masjid. Anak bisa membuat janji sebelumnya, lalu mampir sebentar untuk menjemput teman-temannya sambil berjalan menuju masjid.

Biasanya, anak-anak menyambangi masing-masing rumah temannya, mengetuk pintu atau memanggil nama dari depan pagar.

Beri Apresiasi

Jangan lupa beri apresiasi anak jika dia bisa konsisten shalat subuh di masjid. Ayah/Bunda bisa memberi hadiah sederhana, bisa berupa apa saja asalkan anak mengetahui bahwa kedua orangtuanya senang sekali dengan kebiasaan baiknya.

Dampak positif GSB adalah kebiasaan bangun pagi sehingga tidak akan ada drama terburu-buru menyiapkan segala sesuatunya untuk beraktivitas. Selain itu, tidak akan ada kata terlambat menuju sekolah.