Beragam jenis riba yang telah menjadi bagian sehari-hari dapat dengan mudah ditemukan seperti sewa rumah, kartu kredit atau bahkan sewa mobil. Riba membuat jumlah uang yang harus dibayarkan totalnya berubah-ubah tergantung dengan waktu pembayaran serta pada keadaan tertentu.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Ali Imran: 130)

Ada banyak orang yang mengangap riba merupakan hal biasa yang dapat menguntungkan. Tagihan terutama yang didalamnya telah melibatkan riba menimbulkan banyak dampak negatif mulai dari fisik, emosional, psikologi hingga spiritual. Contoh yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari kita adalah adanya kartu kredit.

Untuk mengatasi hal ini, tentu cukup dengan menghindari pola pikir konsumtif yang merugikan. Terapkan pola hidup dengan pengeluaran yang wajar dan masih dapat ditutupi oleh gajian bulanan kita.

Supaya dapat terhindar dari riba, maka terapkan tips-tips berikut di keluarga kita:

1. Kenali bahaya riba

Jelas dalam Islam, riba adalah haram. Riba membuat seseorang banyak dililit hutang akibat tingkat bunga yang tinggi. Keberadaan riba membuat hidup kurang nyaman dan tidak tentram akibat banyaknya hutang yang menumpuk dan harus dibayar.

Uang bulanan atau gaji yang seharusnya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan, malah habis digunakan untuk menutupi bunga yang ada. Dengan beragam bahaya riba tersebut tidak heran jika seseorang akan merasa gelisah dan banyak pikiran setiap saat.

2. Cara halal bertransaksi

Langkah menghindari riba dapat dilakukan dengan menggunakan cara halal ketika melakukan transaksi. Dalam hal ini tentu kita wajib mengerti betul bagaimana aturan yang benar mengenai transaksi jual beli dalam Islam.

Jual beli yang diperbolehkan adalah ketika kedua belah pihak menyetujui aturan yang ditetapkan oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini tentu tidak boleh ada paksaan sehingga salah satu pihak merasa dirugikan dan tertekan.

3. Lakukan transaksi yang diperbolehkan

Transaksi yang diperbolehkan dalam Islam ada beberapa jenis, dimana salah satunya adalah transaksi mudharabah. Transaksi yang satu ini diperbolehkan untuk menghindari datangnya riba. Dan dapat dilakukan dengan cara kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Salah stau pihak sebagai pemodal dan pihak lainnya sebagai orang yang menjalankan usaha. Transaksi ini dapat dilakukan dengan cara membagi hasil sesuai dengan yang disepakati.

Ketika terjadi kerugian maka pihak pemodalah yang harus menanggung biaya kerugian sementara pihak lain tidak menanggungnya karena usaha dan tenaga yang dia kerahkan menjadi bagian dari kerugiannya.

Ada beberapa jenis transaksi lain yang dapat dilakukan untuk menghindari riba yaitu dengan cara salam dan muajjal.

Transaksi salam adalah ketika jual beli dilakukan dengan cara melakukan pembayaran terlebih dahulu sementara barang yang diinginkan akan diberikan belakangan. Untuk transaksi muajjal, transaksi jenis ini dapat dilakukan dengan cara menaikan harga saat berlangsungnya transaksi.

4. Berutang pada lembaga khusus

Sekarang telah ada beberapa lembaga khusus yang menangani utang piutang tanpa riba. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan solidaritas antar umat.

Selain masalah hutang piutang, maka bagi yang ingin menyimpan uang sebaiknya tidak menggunakan bank yang memberi bunga di dalamnya. Carilah bank syariah yang dijalankan dengan cara islami.

5. Saling membantu

Saling bantu merupakan hal baik yang dapat dilakukan untuk menghindari riba. Ketika masyarakat saling bantu tentu taraf kehidupan dengan sendirinya akan terangkat sehingga kebutuhan ekonomi serta kesulitannya dapat teratasi.

Perbanyak sedekah dan membantu orang fakir merupakan hal baik yang tidak menyebabkan uang atau harta kita berkurang dan malah kebalikannya.

6. Menanamkan sifat qonaah pada diri sendiri

Sifat qonaah dapat dilakukan dengan senantiasa bersyukur atas apa pun yang diberikan agar terhindar dari perasaan serba kekurangan dan ingin hidup dalam kemewahan.

Rasa ingin memiliki sesuatu dan mudah iri dengan apa yang dimiliki oleh orang membuat kita dengan mudah membeli barang walau dengan cara berutang.