Saat ini jarang terlihat permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak terutama di kota besar. Memang banyak kendala yang dihadapi untuk permainan tradisional. Di antaranya lahan tempat bermain menghilang serta sifat individualistis yang semakin berkembang di masyarakat kota.

Padahal, sebenarnya banyak yang dapat dipetik dari permainan tradisional. Mulai dari memungkinkan anak-anak untuk membuat dan mengkreasikan alat permainan dengan bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar mereka, sampai mengajarkan anak bersosialisasi.

Sisi positif lain yang dimiliki permainan tradisional antara lain membantu anak mengembangkan kemampuan interaksi dan berkomunikasi dengan baik. Sebab, dalam permainan tradisiona, anak harus menyampaikan idenya, bernegosiasi, mengungkapkan emosinya secara tepat.

Anak juga akan belajar mengembangkan kepandaian sosial dan menanamkan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat setempat. Belajar untuk mematuhi peraturan yang ada karena termotivasi oleh pengakuan bersikap sportif oleh anak lain.

Apa saja contoh permainan tradisional yang mampu melatih motorik anak?

1. DAMPU

Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah baik laki-laki maupun perempuan. Main dampu tidak membutuhkan peralatan yang harus dibeli. Anak-anak cukup memainkannya di tanah lapang dengan membuat petak-petak di permukaan tanah sesuai dengan bentuk yang disepakati baik menggunakan kapur atau pecahan genting atau apapun.

Inti permainannya adalah melempar batu pipih ke dalam kotak dengan tidak boleh keluar atau mengenai garis batas kotak. Setelah itu, pemain melompat-lompat dengan satu kaki dalam kotak yang tidak berbatu tanpa boleh menginjak garis dan batu peserta lain.

Manfaatnya yakni melatih keseimbangan tubuh, melatih kemampuan reka visual, meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak), meningkatkan kemampuan diferensiasi tekstur berdasarkan indera perabaan.

2. LOMPAT TALI

Sesuai namanya inti permainan ini adalah melompat tali. Tetapi tentu tidak semudah namanya, permainan ini mempunyai berbagai tingkat kesulitan; dari melompati tali yang rendah sampai setinggi tangan. Selain itu kesulitan juga bertingkat dari melompati tali yang diam sampai tali yang berputar. Alat yang digunakan sangatlah sederhana, hanya karet gelang yang dijalin menjadi panjang.

Lompat tali dapat melatih kemampuan visual, motor planning (perencanaan gerak), dan konsentrasi. Meningkatkan kemampuan gerak fisik melompat, yang bermanfaat untuk kekuatan tubuh dan juga keterampilan dalam olahraga sekaligus melatih kekuatan kontrol mata.

3. GALASIN

Permainan tradisional ini memiliki banyak nama lain. Di antaranya gobak sodor, main galah, main adang-adangan. Inti dari galasin ini adalah menghadang pihak lawan jangan sampai berhasil melewati garis dan jangan sampai dapat kembali ke garis awal.

Permainan ini mampu meningkatkan kemampuan fisik, melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gestur, melatih kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik.

4. PETAK JONGKOK

Petak jongkok merupakan permainan yang masih banyak terlihat dimainkan di daerah- daerah perumahan oleh anak-anak. Permainan tradisionnal ini tidak membutuhkan alat dan dapat dimainkan kapan saja dan di mana saja. Pada intinya permainan petak jongkok adalah main kejar-kejaran. Agar tidak tertangkap oleh “penjaga”, anak harus jongkok.

Manfaatnya dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik, melatih kemampuan fleksibilitas kaki, meningkatkan solidaritas dengan teman.

5. CONGKLAK

Atau dengan nama lain dhakon merupakan permainan untuk 2 orang. Pada intinya permainan adalah mengisi setiap lubang pada papan congklak dengan biji-bijian satu persatu, tanpa boleh terlewat atau ada yang terisi lebih dari satu. Dilakukan secara bergiliran sampai semua biji-bijian yang ada habis. Pemenang permainan congklak adalah pemilik biji-bijian terbanyak pada akhir permainan.

Manfaatnya dapat melatih kemampuan manipulasi motorik halus, melatih konsentrasi, mendidik sifat sportivitas anak, melatih kemampuan mengatur strategi. Sebagai sarana belajar berhitung, melatih koordinasi 2 sisi tubuh.

6. BEKEL

Permainan bekel umumnya dimainkan anak-anak perempuan. Tapi permainan ini juga bisa dimainkan anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.

Manfaatnya mampu melatih koordinasi visual-motor, melatih meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan serta kemampuan mempertahankan posisi tubuh.