Saat ini, pendidikan literasi menjadi penting dan gencar dilakukan oleh para praktisi karena dinilai mampu membuat anak menjadi cerdas secara akademik, memiliki pola pikir kritis dan logis.

Pratik literasi tersebut tidak harus terpaku pada pembelajaran di sekolah. Orangtua di rumah pun perlu turut andil dalam menanamkan pendidikan literasi kepada anak-anak, mulai dari usia pra sekolah.

Tujuan utamanya bukan hanya pada kemampuan anak untuk membaca atau menulis. Kedua jenis kemampuan tersebut sebenarnya hanya menjadi landasan bagi tujuan yang lebih baik, yakni membentuk generasi yang mampu berpikir kritis dalam menyikapi informasi.

Khusus untuk anak usia dini atau pra sekolah, pendidikan literasi penting dilakukan karena memiliki banyak manfaat yakni:

1) Melatih kemampuan dasar anak untuk membaca, menulis dan menghitung

Pendidikan literasi untuk anak usia dini bisa dimulai dengan kebiasaan membacakan buku cerita atau dongeng secara rutin. Meski terkesan seperti kegiatan sederhana, membacakan buku pada anak adalah tahap awal mengenalkan mereka pada dunia literasi.

2) Mengembangkan kemampuan berfikir kritis

Tingkat literasi yang tinggi akan berbanding lurus dengan kemampuan seseorang untuk menerima, mengolah, dan menyikapi setiap informasi yang diterimanya.

Oleh karena itu, pendidikan literasi yang diterapkan pada anak usia dini berperan sebagai pondasi bagi mereka memiliki kemampuan berfikir kritis dan logis ketika dihadapkan dengan berbagai situasi.

Pola pikir kritis di perlukan sebagai investasi yang akan berguna saat anak mulai memasuki dunia masyarakat yang sebenarnyadi masa mendatang.

3) Mempersiapkan anak untuk masuk dunia sekolah

Mengenalkan poin-poin utama dalam pendidikan literasi pada anak pra sekolah akan membantu mereka mempersiapkan diri saat memasuki dunia sekolah.

Perkembangan sosial, emosional, kognitif, bahasa, dan literasi merupakan sejumlah aspek penting yang harus dimiliki anak. Aspek-aspek tersebut saling berhubungan satu sama lain dapat didukung dengan penerapan pendidikan literasi usia dini.

Tahapan literasi awal meliputi bahasa lisan dan tulisan serta pengetahuan mengenai angka dan huruf yang menjadi salah satu kunci keberhasilan anak pra sekolah dalam membaca. Kemampuan ini akan bisa diandalkan ketika mereka mulai mendapatkan pembelajaran di sekolah.

4) Perkembangan literasi yang baik berkorelasi dengan prestasi akademik

Pendidikan literasi yang telah ditetapkan sejak dini akan memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik seorang anak. Praktik pengenalan literasi awal dengan membacakan buku pada anak terbukti dapat membuat anak lebih sukses dalam bidang akademik.

Hal tersebut dikarenakan anak yang telah terbiasa dikenalkan dengan dunia literasi memiliki kemampuan belajar dan berkomunikasi yang lebih baik daripada anak lainnya yang belum mendapatkan pengenalan mengenai literasi.

Kemampuan akademik tersebut juga ditambahkan dengan kemampuan memecahkan masalah logis seperti dalam pengerjaan soal-soal matematika.

Melihat begitu banyaknya manfaat yang bisa didapatkan anak ketika mereka diberi pendidikan awal tentang literasi sejak usia dini, orangtua sudah sepantasnya menerapkan pendidikan tersebut sedini mungkin.

Praktiknya bisa dimulai ketika anak sedang berada dalam tahap eksplorasi atau ketika mereka sudah mulai berbicara dan mulai mengekspresikan bahasa.