Orientasi pendampingan bagi motivator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dilaksanakan pada Rabu (6/9) atas kerjasama Yasmina Foundation, Forum NgaEMAS Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bogor.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 ini dibantu pelaksaannya oleh 50 relawan motivator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari 25 kelurahan di Kota Bogor.

Direktur Yasmina Foundation, Iis Istiqamah, menjelaskan angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi di Kota Bogor memerlukan penanganan cepat melalui kerjasama seluruh pihak, termasuk di dalamnya masyarakat (ibu-ibu itu sendiri).

“Salah satu pendekatan dalam rangka penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir adalah melalui penguatan peranan forum dan organisasi masyarakat sipil. Didukung juga dengan peningkatan persalinan pada fasilitas kesehatan dan penanganan yang terlatih dari tenaga medis, dalam hal ini yakni bidan,” terang Iis.

Tujuan dan Peran Motivator KIA (MKIA)

MKIA adalah relawan yang bertugas mendampingi ibu hamil dalam menjaga kehamilan dan mempersiapkan persalinannya, termasuk perencanaan pembiayaan persalinan. MKIA diharapkan dapat memotivasi masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam membantu ibu hamil ketika akan melahirkan.

Selain pendampingan, MKIA juga melakukan sosialisasi tentang tanggung jawab suami istri, memelihara kandungan, mengetahui risiko kehamilan, memastikan setiap persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan dan tidak ada lagi persalinan di dukun, dll.

Apa itu EMAS?

Singkatan dari Expanding Maternal and Neonatal Survival. Program ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan nilai kehidupan bagi Ibu Hamil, keberlangsungan proses melahirkan, dan juga bagi bayi baru lahir.

Melalui NgaEMAS yang digalakkan Pemerintah Kota Bogor, diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir yang semakin tinggi di Kota Bogor. Harapan terbesar yakni angka kematian tersebut mengecil, hingga mencapai nol persen. (*/Sekar)